banner 728x250

Jadi Korban Rentenir, Ibu – Ibu Temui Wakil Bupati Gresik

  • Bagikan
Jadi korban rentenir
Wakil Bupati Kabupaten Gresik Hj Aminatun Habibah berbaju putih, saat bersama para ibu dari Forum Komunikasi Nasabah Mekaar dan Ibu jadi Korban Rentenir
banner 468x60

Gresik, Metrojatim.com – Setelah pertemuan Perwakilan Ibu – ibu yang jadi Korban Rentenir dan Nasabah Mekaar dengan Wakil Bupati Kabupaten Gresik Hj. Aminatun Habibah atau biasa dipanggil Bu Min pada 5 Maret 2021. Maka Kemarin 31 Maret 2021 bertemu lagi di Kantor Bupati Gresik. Perwakilan Ibu – ibu dari Forum Komunikasi Nasabah Mekaar dan Korban Rentenir Kabupaten Gresik. Serta Pengurus GenPatra mendampingi bertemu dengan Wakil Bupati, pada sekitar Pukul 14.15 WIB.

Wakil Bupati Gresik saat bertemu dengan para ibu – ibu, menyampaikan bahwa sudah berkoordinasi dan memberikan Rencana Program ke beberapa Dinas Pemkab Gresik, dan juga BUMD yang kompeten, untuk menindaklanjuti aspirasi dan keluhan para ibu tersebut. Namun karena anggaran awal TA. 2021 masih merupakan “Sisa dan Pelaksanaan Kebijakan Anggaran Pemerintahan Masa Lalu”, maka akan melakukan PAK atau Perubahan Anggaran Keuangan APBD 2021. Pada pertengahan TA 2021 ini.

banner 336x280

Baca juga : Puskesmas Kedungdoro Gelar Vaksinasi Sasar Pasar Stal Pandegiling

Rina Damayanti Koordinator Forum Komunikasi Ibu – Ibu yang jadi Korban Rentenir Kabupaten Gresik menyampaikan, saat ini para ibu telah terlilit hutang dan menjelang puasa. Maka tidak bisa maksimal dalam berdagang dan masih dalam masa pandemi corona. Sehingga memerlukan solusi segera, agar bisa survive. Para ibu ini sebagai pelaku UKM dan ada yang menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga perlu modal dan bantuan Pemerintah Kabupaten Gresik.

GenPatra : Ibu Yang Jadi Korban Rentenir Bukan Tulang Punggung Keluarga

Menurut Ali Candi Ketua GenPatra saat bertemu Wakil Bupati Gresik, bahwa ibu – ibu ini seharusnya bukan menjadi tulang punggung keluarga. Namun sebagai pengurus atau ibu rumah tangga, akan tetapi kondisi ekonomi lagi sulit dan beban keluarga. Serta masa pandemi covid-19 mengakibatkan ekonomi tambah jatuh. Seharusnya Pemerintah Kabupaten Gresik membuat program dan kebijakan yang mengayomi masyarakat. Serta membersihkan pemerintahan dari para oknum koruptor yang menghabiskan uang negara.

Ia menambahkan, seharusnya uang rakyat dalam Anggaran Negara, khususnya rakyat miskin bisa menikamti. Sehingga rakyat miskin di gresik bisa bangkit. Dalam hal ini pula, jangan sampai uang negara dan CSR Perusahaan dihamburkan untuk kegiatan tak bermanfaat. Seperti membangun tugu – tugu serta proyek underpass, dan lainnya yang gak ada manfaat langsung. Dalam hitungan kasar GenPatra, kalau semua CSR Perusahaan di Gresik digabung. Bisa untuk menanggung biaya listrik dan pdam, sehingga gratis ke Rakyat Gresik.(hsn)

Share and Enjoy !

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *