Kapolres Gresik Quick Respons Keluhan Warga Tindakan Debt Collector -

12 Mei 2021

Metrojatim.com

Informatif, Akurat dan Profesional

Kapolres Gresik

Kapolres Gresik Arief Fitrianto (foto:ist)

Kapolres Gresik Quick Respons Keluhan Warga Tindakan Debt Collector

Gresik, Metrojatim.com – Kapolres Kabupaten Gresik merespon dengan cepat atau quick respon. Atas laporan adanya dugaan tindak pidana perampasan disertai ancaman. Oleh oknum petugas debt collector koperasi minggu, terhadap seorang Ibu Pedagang Kaki Lima/PKL yang berjualan di sekitar Kantor Kecamatan Kebomas.

Kapolres Gresik Arief Fitrianto, mengatakan, akan selalu merespon cepat, setiap laporan dan keluhan warga, bila terjadi tindak kriminal di Gresik. Termasuk Tindakan Kriminal Premanisme, Perampasan dan atau Ancaman Oknum Debt Collector Bank/Koperasi Mingguan.

“Tadi ada laporan masuk pada kami, adanya dugaan tindak pidana atau kriminalitas berupa pengancaman di sertai perampasan uang, oleh oknum petugas debt collector atau penagih dari Koperasi Mingguan. Oknum debt collector ini melakukan tindakan tersebut, terhadap seorang ibu pedagang atau PKL jualan empek – empek,” terangnya, (14/04/2021).

Baca juga : Ditreskrimsus Polda Jatim Monitoring Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Ia menambahkan, bahwa segera menginstruksikan Polisi Polsek Kebomas Gresik, untuk segera ke TKP namun oknum pelaku sudah kabur. Kapolres Gresik tetap mengingatkan, akan tegas kepada para oknum yang bertindak kriminal di Wilayah Gresik, karena Polisi akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Serta Kapolres Gresik tidak mau ada aksi – aksi premanisme, termasuk oknum – oknum debt collector yang melanggar hukum, maupun main ancam.

Sementara itu, pengakuan korban yaitu ibu berinisial YK, saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengatakan, debt collector menagih dengan cara tidak manusiawi. Yakni, memaksa membayar dengan intonasi tinggi (membentak), bahkan merampas uang yang ada.

“Tadi pak ada petugas bank mingguan atau koperasi mingguan yang kami sebut bank titil datang. Dia menagih cicilan hutang saya, padahal saya hanya punya uang Rp. 190 ribuan, namun minta untuk membayar serta oknum debt collector itu memaksa, serta marah dan suaranya keras sampai orang di sekitar sini dengar. Kemudian saya panggil teman saya, dan mengambil paksa uang 100 ribu pak. Namun kemudian kabur karena saya bilang, teman saya memanggil polisi,” jlentreh korban, (14/04/2021).(hs)

Share and Enjoy !