Metrojatim.com

Informatif, Akurat dan Profesional

kekerasan

Ilustrasi (konde)

Kekerasan ART, Anas Karno : Proses Hukum Harus Berjalan

Surabaya, Metrojatim.com – Kekerasan ART kembali terjadi. Padahal belum berselang lama, 15 Februari 2021 lalu Indonesia memperingati Asisten Rumah Tangga (ART) yang ke-14 setelah pertamakali di tetapkan di tahun 2007. Banyak ART yang mengalami kekerasan dan diskriminasi, jam kerja yang panjang, tak ada jaminan sosial, tak ada libur, bekerja lebih dari 12 jam perharinya dan tak jaminan ketenagakerjaan.

Salah satunya, Kasus penganiayaan ART Elok Anggraini Setyawati (EAS) oleh majikan. Seperti Anas Karno sampaikan, ketika sudah dua kali dirinya menjenguk EAS di kantor Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengungkapkan rasa prihatinnya. Jika kemudian benar terjadi penganiayaan, maka atas peristiwa kebiadaban majikan tersebut harus mendapatkan ganjaran hukuman yang sesuai.

“Kabar terakhir sudah mulai penyelidikan oleh Polrestabes Surabaya. Biarkan proses hukum dari pihak kepolisian yang menangani. Jika benar seperti cerita korban dan terjadi tindak penganiayaan maka harus diganjar hukuman yang sesuai,” tegas Anas,(9/5/2021).

Baca juga : Oknum Pamdal DPRD Surabaya Tertangkap CCTV Lakukan Kekerasan

Kemudian, lanjut Anas, terakhir kali menjenguk EAS, Sabtu kemarin, kondisi wanita berusia 45 tahun ini nampak lemas. Punggungnya masih sakit, pahanya nampak ada bekas setrika melepuh, dan bekas lecet lain di punggung yang di sebabkan oleh pukulan benda tumpul.

“Bahkan sampai kesulitan berjalan. Jadi saat kemarin bertemu, beliau menggunakan kursi roda. Saya sudah meminta kepada dinas terkait untuk merawat keadaan yang bersangkutan. Harapan saya pemkot ikut membantu maksimal dalam penanganan kesehatan bu Elok, juga setelah sembuh total ke depan juga fasilitasi tempat tinggal yang mana itu pemkot harus peduli,” jlentrehnya.

Sementara itu, Anas mendapatkan info, EAS telah di bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk perawatan lebih lanjut. Sebab kondisi kesehatan EAS mulai menurun.

Politisi PDIP ini pun berpesan, agar kejadian serupa tak kembali terulang. Dia mengingatkan kepada siapa pun para majikan dan ART untuk tidak saling terlibat tindak kekerasan.

“Harus ada kesadaran penuh dari masing-masing untuk saling menghargai dan menghormati. Saya harap kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (bas)

Share and Enjoy !