21 September 2021

Metrojatim.com

Suara Rakyat Metro

“Raksasa” Industri Manyar Gresik Dan Banjir Rob Yang Genangi Desa

2 min read
raksasa

Asyik bermain ditengah banjir rob

GRESIK, METROJATIM.COM – “Raksasa” Kawasan Industri di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, yaitu JIIPE atau Java Integrated International Port and Estate, kemudian Kawasan Industri Maspion (KIM). Setidaknya KIM mempunyai 2 Gerbang Keluar Masuk di Manyar, yaitu depan Exit Tol Manyar agak ke barat dekat Manyar Komplek, kemudian dekat Pabrik Coklat dan Batu Bara, serta Pabrik Bahan Kimia. Setidaknya JIIPE dan KIM akan mengembangkan lagi kawasannya, serta info sementara yang berkebanh, akan dilakukan reklamasi lagi (Pengurugan Pesisir Laut dan Sekitar Kalimireng) Kecamatan Manyar Gresik.

Menurut informasi yang masuk, telah terjadi Banjir Rob atau meluapnya air laut masuk ke beberapa wilayah di Desa Banyuwangi dan Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Banjir Rob ini terjadi sejak Jumat Siang dan juga pada Hari Sabtu Tanggal 29 Mei 2021. Banjir Rob ini menggenangi sebagian Wilayah Desa Banyuwangi dan Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Menurut warga setempat yang biasa dipanggil Rudi menyampaikan “Kemarin Jumat siang pak sekitar Pukul 11.30 – 12.00 – 14.00 WIB, terjadi Banjir Rob di sebagian Kampung pada Desa Banyuwangi, khususnya wilayah desa yang berdekatan dengan JIIPE, Kalimireng serta KIM. Memang beberapa bulan lalu ada sosialisasi oleh pihak KIM, akan melakukan reklamasi atau pengurukan pesisir pantai atau pada sebagian wilayahnya yang berdekatan dengan Kalimireng untuk pengembangan KIM” (30/05/2021).

Ditambahkan Rudi bahwa reklamasi pantai yang dilakukan, akan semakin mempersempit jalur dan saluran buang air serta sebaran air laut yang seharusnya terpecah melalui Kalimireng, serta pecahannya ke Kali Corong atau Sungai Tanggok dan Sungai Kalimanyar dekat Desa Leran. Namun karena reklamasi untuk kebutuhan Kawasan Industri dan atau “Proyek Strategis” yang semakin meluas, maka berdampak pada saat air laut pasang, ditambah musim hujan yang belum reda, maka air akan meluap ke daratan. Disamping berkurangnya Jalur Sungai Kalimireng, ditambah Kerusakan Pintu Air Tambak Ombo pada Jalur Sungai Tanggok, maka menambah permasalahan luapan air dan pencemaran air laut dengan air sungai yang tawar.

Sementara itu seorang ibu bernama Atun menyampaikan “Hari Jumat Tanggal 29 Mei dan Sabtu tanggal 30 Mei 2021 kemarin pak, air laut masuk kampung siang hari. Air Banjir Rob tersebut pada Sabtu yang tambah tinggi sampai masuk rumah, kalau menurut Penanggalan (Kalender) Jawa tiap tanggal 16 – 17 itu terjadi kenaikan air laut dan banjir, hingga masuk kampung serta pada Kalender umum ya akhir bulan biasanya pak, sekitar Tanggal 28 – 30 dan Setahun bisa terjadi 4 kali Banjir Rob” (30/05/2021).

Setidaknya sejak Tahun 2017 sekitar 3000 hektar lebih Kawasan Tambak dan Pertanian di Kecamatan Manyar Gresik, telah menjadi Kawasan Industrial dan Pelabuhan Internasional. Proyek Nasional dan Strategis JIIPE telah memakan ribuan hektar lahan produktif, ditambah reklamasi pesisir pantai dan Kalimireng Manyar, membuat jalur sungai dan atau air menjadi menyempit, maka Banjir Rob tak bisa dihindari (Lihat Wikipedia dan Link Pembangunan Smelter dan Freeport di Kabupaten Gresik). (hsn)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *