21 September 2021

Metrojatim.com

Suara Rakyat Metro

Pemkab Blitar Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tahun 2021 Kategori Nindya

2 min read
pemkab

ilustrasi

Bitar Kab | Metrojatim – Pemkab Blitar berhasil naik dengan meraih penghargaan KLA (Kabupaten Layak Anak) Tahun 2021 kategori Nindya. Penghargaan ini disampaikan secara virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Wabup Blitar, Rahmat Santoso, SH., MH, Ketua Gugus Tugas DPPKBP3A, Ir. Suwandito dan Kepala Dinas PPKBP3A, Drs. Eka Purwanta, MM turut menyaksikan pemberian penghargaan secara virtual tersebut di ruang Command Center, Kamis (29/07/2021).

Ketua Gugus Tugas DPPKBP3A sekaligus sekretaris satgas KLA, Ir. Suwandito mengatakan apa yang sudah diraih ini berkat kerjasama atas bimbingan dan petunjuk pimpinan Bupati dan Wakil Bupati serta perangkat daerah yang memiliki kontribusi terhadap keberhasilan program-program KLA.

“Yang terpenting adalah kebersamaan, bukan hanya Dinas PPKBP3A tapi juga harus dibantu oleh perangkat-perangkat daerah yang lain. Misalkan bagaimana Dinas PUPR terkait dengan bangunan-bangunan yang ramah anak itu bagaimana, kemudian Dinas Pendidikan bagaimana sekolah-sekolah yang ramah anak,” ungkapnya.

Dia berharap semua perangkat daerah untuk integratifkan semua program-program dalam rangka untuk mendukung program KLA menuju tingkatan yang lebih tinggi dari Nindya menjadi KLA kategori Utama.

Baca juga : Pemkab Blitar Perpanjang PPKM Darurat

Di kesempatan yang sama, Korwil Jatim Masyarakat Peduli Pelayanan Publik, Boby Wijono mengatakan, meski awal tahun2021 catatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tergolong landai atau tidak ada peningkatan yang signifikan. Bukan berarti berhenti sampai disitu program – program KLA.

“Meski berdasarkan data masuk, awal tahun kurang lebih ada 4 kasus kekerasan perempuan dan 7 kasus kekerasan anak. Tidak sekedar gencar kegiatan guna mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi. Akan tetapi, perlu dipikirkan dampak secara psikologis maupun sosial bagi korban,” jlentreh Boby.

Ia berharap, adanya kader pedamping berbasis millenial dari hulu ke hilir, guna mencegah terjadinya kekerasan perempuan dan anak.

“Karena, komunikasi sosial dalam perspektif emosional, mereka (millenila) lebih mengena,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selamat pula kepada Provinsi Jawa Timur yang telah meraih penghargaan sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila) dengan semua Kabupaten/Kota 100% memperoleh peringkat KLA. (boy)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *