banner 728x250

Pasca Dugaan Pemukulan Oleh Oknum Satpol PP, Komisi A: Ini Memalukan Walikota Surabaya

  • Bagikan
pasca
ilustrasi
banner 468x60

Metrojatim Surabaya – Pasca dugaan pemukulan yang dilakukan oknum Satpol kepada Warga berinisial MAT di salah satu rumah hiburan umum (RHU) Selasa dini hari (24/8) lalu.

Komisi A DPRD kota Surabaya segera bertindak memanggil beberapa pimpinan Satpol PP dan jajaranya serta anggota yang terlibat sebut PP dan WH, .Rabu 25 Agustus 2021

banner 336x280

Diketahui bersama, dimasa PPKM, Wali kota Surabaya telah memberlakukan aturan pembatasan jam malam terhadap RHU.

Pada kesempatan itu, dengan nada keras, Pertiwi Ayu Krishna, ketua komisi A mencerca dengan beberapa pertanyaan, mengapa hal tersebut bisa terjadi, sedangkan Satpol PP adalah penegak aturan terutama di masa PPKM seperti saat ini.

” Ini sudah memalukan institusi, bahkan Walikota Surabaya yang sudah berupaya sangat keras untuk penanggulangan pandemi Covid, ” Ujarnya.

Baca juga : Akhirnya, Satpol PP Surabaya “Segel” Pasar Liar Pandegiling

” Selaku komisi A yang bermitra dengan Satpol PP, saya merasa kecewa. Karena selama ini sangat percaya terhadap Satpol untuk penegakan RHU di Surabaya, ” Tambah Legislator partai Golkar ini.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto, Mengucapkan terimakasih atas perhatian Komisi A lewat rapat dengar pendapat tersebut.

Eddy mengaku kecewa dengan insiden tersebut. “Secara institusi saya merasa kecewa. Bagaimanapun kita ini penegak Perda. Anggota saya melanggar kepercayaan saya,” ujarnya.

Eddy menambahkan, kasus ini menjadi atensi khusus Walikota Surabaya Eri Cahyadi. “Perintahnya selidiki, pahami. Kalau ada pelanggaran disiplin pegawai negeri dilakukan sanksi sesuai undang-undang kepegawaian,” tegasnya.

Eddy menambahkan, pihaknya sampai sekarang masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat. “Kita masih berupaya meminta keterangan dari korban. Rencananya hari ini dilakukan. Tapi yang bersangkutan tidak menghadiri undangan kami,” ungkapnya.

Menurut Eddy setelah memperoleh keterangan tersebut akan di cross chek dengan keterangan WAH. “Hal ini perlu karena saya tidak berada dilokasi kejadian. Jadi tidak tahu persis bagaimana kronologisnya,” pungkasnya.

Insiden pemukulan tersebut terjadi pada Selasa (24/08/2021) jam 3 dini hari di kawasan Surabaya Timur. Pelaku melakukan pemukulan terhadap warga berinisial MAT yang sedang makan di warung nasi goreng. Pemukulan terjadi karena dipicu salah paham.(red-dms)

Share and Enjoy !

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *