Trenggalek, metrojatim.com;
Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek sukorodin mendesak percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja tindak lanjut koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kamis (29/01/2026).
Rapat Evaluasi Dua Bulan Pelaksanaan APBD
Agenda yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Trenggalek ini dinilai krusial untuk mengevaluasi progres pelaksanaan APBD yang telah berjalan hampir dua bulan. “Setiap rupiah APBD hakikatnya harus memberi manfaat bagi rakyat. Untuk itu, kita perlu memastikan pelaksanaannya berjalan optimal,” ujar salah satu anggota Komisi IV.
Keterlambatan Bantuan Operasional Madrasah Diniyah
Dalam pemantauannya, Komisi IV menemukan keterlambatan penyaluran bantuan operasional untuk Madrasah Diniyah (Madin) di Dinas Pendidikan. Dana yang tersalurkan baru mencukupi kebutuhan dua bulan, padahal kebutuhan idealnya enam bulan. “Ini berarti masih kurang empat bulan. Hal ini harus segera diperbaiki karena bantuan ini sangat ditunggu-tunggu. Tahun lalu hanya bolong dua bulan, jika sekarang empat bulan, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.
Anggaran untuk Kader Kesehatan Terancam
Sementara itu, dari Dinas Kesehatan muncul persoalan terkait anggaran untuk kader Bina Keluarga Balita dan Anak (BOKB-KBA). Anggaran sebesar Rp148 juta yang sebelumnya dibiayai pusat ternyata tidak lagi dianggarkan pada APBD 2026, sehingga berdampak pada 971 kader. “Kader-kader ini saat ini tidak terbiiayai karena pusat tidak lagi mendanai, sementara kemampuan APBD kita belum bisa menjangkaunya. Kami berharap ini bisa dicarikan solusi bersama,” paparnya.
Kemajuan Layanan di RSUD Dr. Sudomo Trenggalek
Di sektor kesehatan, rapat membahas perkembangan layanan. Untuk RSUD Dr. Sudomo, dipastikan mulai Februari 2026 pasien BPJS dapat mengakses layanan rawat jalan di poliklinik eksekutif. “Pelayanan eksekutif untuk rawat jalan BPJS ini sangat dinantikan masyarakat. Alhamdulillah direktur menyatakan siap per Februari,” ujarnya. Gedung pavilion di depan rumah sakit juga telah direhabilitasi dan tinggal menunggu penaikan daya listrik.
Persiapan Layanan Jantung dan Kondisi Keuangan
RSUD Dr. Sudomo juga sedang menyiapkan SDM untuk membuka layanan kateterisasi jantung dan pemasangan ring, yang ditargetkan beroperasi pada 2027. “Tidak perlu jauh-jauh lagi. Memang butuh proses, tidak bisa instan karena SDM-nya kita sekolahkan dulu,” jelasnya. Kondisi keuangan RSUD dinyatakan masih aman dengan kas sekitar Rp7,5 miliar, meski memiliki utang Rp12 miliar dan piutang Rp8 miliar. Persediaan obat tersisa senilai Rp5 miliar.
Perkembangan Positif di RSUD Panggul
Sementara itu, RSUD Panggul menunjukkan perkembangan positif dengan fasilitas OK dan ICU. Rumah sakit ini tidak hanya melayani warga Kecamatan Panggul, tetapi juga wilayah sekitarnya seperti Dongko dan Ponorogo. “Ini tanda-tanda membaik. Jika di Panggul bisa berkembang baik, akan sangat meringankan beban warga yang selama ini harus ke Trenggalek, Tulungagung, atau Pacitan,” pungkasnya.
Koordinasi untuk Memastikan Manfaat APBD
Rapat kerja ini diharapkan dapat menjadi penguatan koordinasi untuk memastikan APBD 2026 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Trenggalek, terutama dalam layanan pendidikan dan kesehatan. (Wwn)
