Trenggalek, Metro Jatim;
Puluhan warga dari RT 14 RW 06, Desa Jati Prahu, Kabupaten Trenggalek, menggelar aksi demonstrasi pada Minggu 29/06/2026 Aksi ini bukan untuk menyuarakan tuntutan politik, melainkan untuk menyatakan penolakan tegas terhadap lingkungan yang kotor dan tidak rapi.
Demo yang berlangsung di sepanjang jalan utama lingkungan setempat ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Terlihat hadir langsung Ketua RT setempat, Bapak RW, serta puluhan mahasiswa yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa dari Universitas Malang. Kehadiran para mahasiswa disebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kesadaran lingkungan dari bawah.
Dalam orasinya, bapak Tuwuh Priyadi yg juga siap ikut dalam kontestasi Pilkades yang akan datang menyampaikan bahwa selama ini kesadaran kolektif akan kebersihan masih rendah. Tumpukan sampah, saluran air tersumbat, serta pemandangan yang kurang tertata menjadi keluhan utama. "Kami menolak lingkungan yang kotor. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan dan kenyamanan bersama," ujarnya
Ia menegaskan bahwa aparatur desa akan mendukung penuh setiap langkah perbaikan, asalkan dilakukan secara gotong-royong. "Ini adalah momen kesadaran. Kami tidak anti-pemerintah, justru kami ingin menjadi contoh bagi lingkungan lain," katanya.
Para mahasiswa dari Universitas Malang juga turut memberikan edukasi singkat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan pentingnya penghijauan di pekarangan. Mereka berharap gerakan ini tidak berhenti di aksi hari ini, melainkan berlanjut menjadi program rutin warga.
Di akhir kegiatan, warga bersama mahasiswa melakukan aksi bersih-bersih simbolis di beberapa titik rawan sampah sebagai bentuk komitmen nyata.
"Semoga dalam masalah ini, kita bisa menjadi contoh untuk lingkungan yang lain," ucap salah satu warga menutup kegiatan. Harapan besar pun terucap agar Desa Jati Perahu ke depan bisa menjadi percontohan desa bersih di Kabupaten Trenggalek. (Wwn)

