Madiun, Metro Jatim;
Jelang Bulan Romadhon 1447 Hijriyah 2026, Bupati Madiun, Hari Wuryanto telah mengintensifkan kegiatan Sinergitas Cipta Kondisi, dengan melaksanakan Patroli gabungan bersama Tibum Tranmas, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Polres Madiun, Kodim 0803/Madiun serta Garnisun Tetap lll wilayah Korem 081/Dsj Madiun, dengan sasaran dan lokasi patroli terbagi dua tim. Tim satu untuk wilayah Madiun Utara dan tim dua untuk Wilayah Madiun Selatan. Sebagai titik awal pemberangkatan dan akhir kegiatan didepan Pendopo Muda Graha Madiun, Jum'at (13/2/2026).
Sasaran dan Lokasi Patroli telah dipetakan dibeberapa titik yang menjadi prioritas pengamanan antara lain: Tempat Keramaian, Tempat Ibadah, Pusat perbelanjaan, kuliner, mengingat tingginya aktivitas masyarakat dilokasi tersebut serta Obyek Vital yang menjadi perhatian otomatis petugas. Selain Patroli rutin, petugas juga fokus mengantisipasi gangguan yang sering muncul, seperti kenakalan remaja dengan "Perang Sarung atau main-main yang dapat membahayakan diwaktu sahur, atau pengawasan terhadap kelompok motor yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, bahkan Patroli dari pihak Polres dan TNI akan bersiaga bersama saat sahur untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Madiun.
Seperti diketahui bersama, persoalan keamanan dan ketertiban umum adalah pondasi utama dalam pembangunan daerah. Tanpa situasi yang kondusif, roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat tidak akan berjalan secara maksimal. Hal ini, sejalan dengan tema "Bersatu untuk Kabupaten Madiun Bersahaja" sehingga Sinergitas antar elemen pemerintah dan aparat keamanan menjadi kunci utama. Patroli gabungan cipta kondisi yang dilaksanakan bukan sekedar rutinitas, tetapi bentuk manifestasi nyata dari kehadiran negara ditengah masyarakat dan untuk menunjukkan soliditas, satu suara dalam menjaga ketenteraman masyarakat.
Sementara itu, Sebelum kegiatan Patroli cipta kondisi dimulai, Bupati Madiun, Hari Wuryanto berpesan kepada peserta apel gabungan. "Pertama, kedepankan pendekatan humanis jadilah pengayom yang santun namun tegas. Berikan rasa aman, bukan rasa takut kepada warga masyarakat. Kedua, Jangan ada ego sektoral dilapangan, komunikasikan yang baik antara TNI, POLRI dan Pemda adalah kekuatan kita. Ketiga, Monitor titik-titik kumpul masyarakat guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban lainnya," tuturnya.
Di kesempatan yang sama, usai kegiatan apel bersama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi mengatakan, ”Kegiatan Patroli Cipta Kondisi dalam rangka menghadapi Bulan Romadhon ini telah dilepas secara resmi oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto bersama Jajaran Forkopimda dengan melibatkan total 150 personil yang merupakan gabungan dari unsur TNI, POLRI dan Pemerintah Kabupaten Madiun (Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan). Fokus sebagai sasaran utama dititik beratkan pada Pasar, Alun-Alun, pusat Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tempat hiburan malam dengan Tujuan untuk sosialisasi kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah. Sebagai regulasi tambahan untuk pemerintah daerah juga masih menunggu surat edaran resmi dari tingkat Provinsi Jawa Timur terkait aturan selama Bulan Romadhon," tutupnya. (Ismantono)




