Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Moh. Ikhsan
Sumenep, Metro Jatim;
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, menghimbau agar pihak sekolah untuk memeriksa terlebih dahulu menu Makan Bergizi Gratis (MBG), sebelum dibagikan kepada siswa. Tujuannya, agar makanan yang diterima para siswa benar-benar layak dikonsumsi, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan.
Kepala Disdik Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, mengatakan sekolah berperan penting untuk memastikan kualitas makanan yang diterima oleh siswa. Iksan menilai, pemeriksaan awal perlu dilakukan, karena biasanya makanan yang datang ke sekolah langsung dibagikan kepada siswa.
Apabila tidak diperiksa terlebih dahulu, menurut Iksan, ditakutkan ada makanan yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi. "Sebelum menerima cek and ricek, karena, apakah makanan ini bisa dikonsumsi atau tidak," ujar Iksan kepada Media ini Sumenep, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pihak sekolah bisa melihat kondisi makanan secara langsung, baik dari tampilan, aroma, maupun kebersihannya. Cara ini dinilai cukup untuk memastikan apakah makanan itu aman dikonsumsi para siswa.
"Melihat secara dekat sebelum dikonsumsi oleh anak-anak, jangan langsung diberikan kepada anak-anak," ungkapnya.
Kepala Disdik menjelaskan, pemeriksaan itu bukan untuk mempersulit program MBG.
Sebaliknya, agar program makan bergizi benar-benar memberi manfaat bagi siswa. Program MBG, setahu Kadisdik adalah salah satu upaya untuk membantu pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, kualitas makanan yang diberikan harus tetap menjadi perhatian.
"Jadi kaitannya dengan makanannya ini, apakah bisa dikonsumsi atau tidak. Sebaiknha pihak sekolah cek terlebih dahulu," jelasnya.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, Disdik meminta pihak sekolah tidak langsung membagikannya kepada siswa. Sekolah dianjurkan berkoordinasi dengan pihak penyedia makanan, atau penanggung jawab MBG. "Dalam hal makanan itu tidak bisa dikonsumsi, mungkin baru, apa bisa dipertimbangan untuk dikembalikan," katanya.
Iksan berharap koordinasi antara sekolah, penyedia makanan, dan pihak terkait dalam program MBG bisa berjalan lebih baik. Dengan begitu, tujuan program untuk meningkatkan asupan gizi siswa dapat tercapai tanpa menimbulkan persoalan baru. (Ya'koeb)