Trenggalek, Metro Jatim;
Tak ingin kecolongan, Polres Trenggalek mulai mematangkan strategi pengamanan ekstra jauh-jauh hari jelang rangkaian Bulan Suro 2026. Fokus utama tertuju pada agenda pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan sejumlah perguruan pencak silat lainnya yang setiap tahun digelar meriah.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, tak main-main. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami sudah beberapa kali gelar pertemuan koordinasi, khususnya dengan pengurus PSHT. Kedua belah pihak sudah menyepakati sejumlah poin dan tanggal-tanggal krusial. Ini akan kami tindaklanjuti dalam rapat koordinasi akhir," ujar Ridwan tegas.
Yang menarik, Ridwan menekankan bahwa menjaga keamanan Bulan Suro bukan semata urusan polisi. Seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat, punya tanggung jawab sama.
"Kami harap semua perguruan pencak silat di Trenggalek punya frekuensi dan kesadaran yang sama. Patuhi kesepakatan bersama. Prioritas kita adalah keamanan dan kenyamanan masyarakat luas," imbuhnya.
Tahun ini, polisi siap turun dengan kekuatan lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Puluhan bahkan ratusan personel ekstra akan diterjunkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang kerap muncul saat pengesahan warga baru.
"Skema pengamanan kami optimalkan. Personel lebih banyak. Kamtibmas harus kondusif," katanya.
Kapolres juga membuka suara terkait isu panas yang beredar: kemungkinan adanya dua kubu kepengurusan PSHT yang sama-sama menggelar pengesahan warga baru di Trenggalek. Menurutnya, pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final.
"Tim masih menggodok secara komprehensif. Yang terpenting, keamanan dan ketertiban masyarakat di Trenggalek tetap terjaga," jelas Ridwan.
Di akhir, ia menyampaikan imbauan keras kepada seluruh elite, anggota, hingga simpatisan perguruan pencak silat: kedepankan semangat persaudaraan, taati hukum, dan jauhi provokasi.
"Kita semua tak ingin insiden sekecil apa pun mengganggu kondusivitas Trenggalek. Menjaga ketenteraman warga adalah fokus utama kami," pungkasnya. (Wwn)
