Trenggalek, Metro Jatim;
SMKN 2 Trenggalek menggelar rangkaian agenda besar yang memadukan kreativitas lintas jurusan, kebugaran, serta upaya serius menyerap lulusan ke dunia industri. Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Masrur Hanapi, kegiatan ini berlangsung pada Senin (08/06/2026) dan melibatkan seluruh warga sekolah.
Salah satu sorotan utama adalah Gelar Karya dengan konsep unik. Para siswa didorong menampilkan ide-ide di luar bidang keahlian mereka masing-masing. Meski sekolah tidak memiliki jurusan tata busana, siswa merancang dan memamerkan karya dalam fashion show. Demikian pula dengan pertunjukan tari tanpa jurusan seni pertunjukan, siswa tetap tampil menari dengan percaya diri.
Tujuan kegiatan ini, menurut pihak sekolah, adalah mengasah otak kanan yang mencakup kreativitas, kebahagiaan, dan inovasi. "Kebahagiaan memicu hormon epinefrin yang membantu memulihkan flash dan memunculkan ide-ide baru," ujar Masrur Hanapi. Hasilnya, siswa mampu membayangkan diri menjadi YouTuber, konsultan, atau profesi baru lain yang tidak sesuai dengan jurusan asal mereka, seperti RPL atau kuliner.
"Ini adalah wujud bahwa hari ini tidak ada batas untuk generasi baru. Saraf anak-anak tidak terbatas. Mereka bisa berkreasi dengan pekerjaan baru yang tidak diajarkan di sekolah," tegasnya.
Di sisi lain, sekolah juga fokus pada peningkatan keterserapan industri. Hingga berita ini diturunkan, jumlah siswa yang sudah terserap mendekati 340 orang (sebelumnya 337). Target sekolah adalah lebih dari 80% siswa sudah bekerja sebelum menerima ijazah.
Untuk mencapai target itu, digelar job fair yang mendatangkan 28 industri besar, membuka peluang rekrutmen bagi 2.100 lulusan. Dinas Tenaga Kerja turut memberikan layanan: pembuatan kartu kuning (AK1) secara gratis bagi pencari kerja, serta pelatihan table manner dan prospek kerja. Targetnya, baik lulusan tahun ini maupun alumni yang belum terserap dapat bekerja sesuai bidang keahlian hanya dengan sertifikat kompetensi kerja.
"Melalui job fair ini, kami berharap 80% lebih anak-anak diterima sebelum lulus, sebelum menerima ijazah," tegas Masrur.
Menyeimbangkan aktivitas akademik dan job fair, sekolah mendatangkan Niken Salindri sebagai bentuk hiburan. Tujuannya memberi ruang bahagia yang merangsang otak kanan. Saat bahagia (euporia), siswa lebih mudah menciptakan derivat baru atau pekerjaan "buatan" yang tidak sesuai inti kejuruan sekolah. Visi SMKN 2 Trenggalek sebagai lembaga vokasi adalah mengeksplorasi otak kiri (hard skill) dan otak kanan (soft skill & kreativitas) secara seimbang.
Untuk sementara, rangkaian kegiatan ini bersifat internal sekolah. Pihak sekolah mengaku perlu koordinasi ekstensif jika ingin membuka untuk eksternal. Namun, tahun depan dimungkinkan adanya acara bersama dengan sekolah lain dalam Gelar Mata Acara Eksternal.
Dengan seluruh rangkaian ini Gelar Karya, job fair, dan hiburan sekolah berharap lulusan SMKN 2 Trenggalek tidak hanya siap kerja, tetapi juga kreatif, bugar, dan mampu menciptakan peluang baru di masa depan.
"Kita harus tumbuhkan kebahagiaan di otak kanan. Di situ akan muncul ide-ide baru yang menjadi pekerjaan," pungkas Masrur Hanapi.
(Wwn)


