Trenggalek, metrojatim.com;
Gemuruh sorak dan tepuk tangan kembali menghidupkan Gedung Olahraga Gajah Putih, Trenggalek. Ajang bergengsi Kejuaraan Terbuka Bupati Cup Pencak Silat yang sempat vakum selama kurang lebih 10 tahun, akhirnya kembali digelar pada tahun 2026 ini.
Sebanyak 550 pesilat yang mewakili 30 kontingen se-Jawa Timur turun berpartisipasi dalam ajang yang digadang-gadang menjadi momentum kebangkitan olahraga sekaligus budaya pencak silat di Bumi Menak Sopal. Panitia mencatat partisipasi tidak hanya datang dari tuan rumah Trenggalek, tetapi juga daerah tetangga seperti Kediri, Tulungagung, hingga Blitar.
Ketua Panitia penyelenggara, Feri Bagus Setiawan, menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). "Kurang lebih 10 tahun yang lalu baru terselenggara lagi. Ini adalah momen spesial yang kami harap menjadi agenda rutin tahunan," ujarnya.
Dalam kesempatan pembukaan, Penjabat Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, turut memberikan apresiasi yang tinggi. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak lagi kehilangan wadah bagi para pesilat mengembangkan bakat.
"Pencak silat adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama. Melalui kompetisi ini, kami ingin menanamkan nilai sportivitas sekaligus menjadi tonggak pembentukan karakter bagi generasi muda," tegas Stefanus.
Selain mengusung gengsi dan pelestarian budaya, penyelenggaraan tahun ini juga menyiapkan total hadiah uang pembinaan senilai Rp10 juta bagi para juara. Keistimewaan lain, sertifikat hasil kejuaraan ini disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga, sehingga dapat diakui sebagai jalur prestasi bagi atlet untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Artinya, para pesilat yang bertanding tidak hanya berjuang memperebutkan piala dan penghargaan, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk masa depan pendidikan mereka. (Wwn)

