Madiun, Metro Jatim;
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, secara resmi meluncurkan penggunaan Oksinerator di Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Peresmian teknologi pembakaran ramah lingkungan di TPS 3R Desa Mejayan ini menandai langkah baru penyelesaian masalah sampah ditingkat desa yang digadang-gadang akan menjadi proyek percontohan (Pilot Project) national.
Acara peluncuran yang digelar pada Jum'at 16 Oktober 2026, pukul 09.15 WIB ini turut dihadiri oleh Jajaran perangkat daerah Kabupaten Madiun, Forkopimcam Mejayan, Kepala Desa Taji Karas Magetan, sebagai penggagas teknologi Oksinerator, pendampingan dari Badan Riset dan Inovasi National (BRIN), pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih Nusantara Saradan, direksi CV. Sugih Sukses Abadi, serta BUMDes Makmur Sejahtera (Operator), Jajaran perangkat Desa, BPD, LPMD dan tokoh masyarakat.
Kepala Desa Mejayan, Gunawan, dalam paparannya menyampaikan bahwa latar belakang dihadirkannya teknologi Oksinerator ini berawal dari darurat sampah yang melanda berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Madiun, dalam beberapa tahun terakhir ini.
Inovasi ini lahir dari sinergi kuat antara Pemkab Madiun, CV. Sugih Sukses Abadi, BUMDes Makmur Sejahtera, serta pendampingan dari BRIN. Pihaknya menegaskan bahwa kehadiran mesin Oksinerator tidak bertujuan untuk mematikan TPS 3R yang sudah ada, melainkan membantu menyelesaikan sisa residu sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali.
"Teknologi ini merupakan alat untuk memusnahkan sampah, bukan menimbunnya. Dengan system One day, One Service (Satu Hari Selesai), tidak ada lagi penumpukan sampah diarea ini sehingga aroma sampah di lingkungan warga lambat laun akan hilang," ujar Gunawan dalam sambutannya.
KOMITMEN MENUJU KABUPATEN MADIUN BERSIH DAN SEJAHTERA.
Pemerintah Desa Mejayan berkomitmen penuh untuk mengelola dan merawat fasilitas Oksinerator ini secara profesional bersama BUMDes Makmur Sejahtera. Kedepan TPS 3R Desa Mejayan juga diproyeksikan sebagai pusat edukasi serta pilot project penanganan sampah di Kabupaten Madiun.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keunggulan teknologi Oksinerator dibandingkan Oksinerator Konvensional. Jika alat pembakar biasa umumnya hanya mampu suhu 600 derajat celcius, tapi oksinerator mampu membakar sampah hingga diatas 850 derajat Celsius, bahkan bisa mencapai 1000 derajat celsius. Dengan suhu tinggi diatas 850 derajat celsius, senyawa jahat dan beracun yang terkandung dalam sampah, khususnya plastik seperti dioksin dan furan dapat pecah dan dinetralkan dengan sempurna. Sisa Residu pembakaran menjadi sangat kecil, hanya tinggal 5 hingga 10 persen berupa abu halus yang aman, sehingga jauh lebih bersih dan ramah lingkungan. Proses pembakaran dibantu dengan suplai oksigen yang menghasilkan durasi panas lebih tinggi dan stabil tanpa resiko polusi berat.
SINERGI PEMERINTAH BUMDES DAN SWASTA.
Ditegaskan kembali oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah ini. Proyek ini melibatkan Sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Madiun, Pemerintah Desa Mejayan, BUMDes Makmur Sejahtera, serta pihak investor dari CV. Sugih Sukses Abadi.
Melalui pengelolaan yang berorientasi pada keuntungan (Profit Oriented dibawah BUMDes, diharapkan penanganan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan kebersihan lingkungan secara higienis dan saniter, tetapi juga memberikan nilai tambah Pendapatan Asli desa (PADes).
MENUJU PERCONTOHAN NASIONAL
Keberhasilan inovasi di Desa Mejayan ini diharapkan mampu menjadi Pilot Project yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain, tidak hanya di Kabupaten Madiun saja tetapi juga diseluruh wilayah Indonesia.
"Semoga dengan diluncurkannya Oksinerator di Desa Mejayan ini menjadi embrio penyelesaian persoalan sampah, khususnya di Kabupaten Madiun dan Umumnya bagi daerah-daerah lain di Indonesia," pungkas Wabup, Purnomo Hadi.
Selanjutnya, gelar acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung ke fasilitas Oksinerator serta komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program kebersihan dan inovasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Ismantono)




