Musim Penghujan Tiba, DPU Pengairan Banyuwangi Lakukan Normalisasi Guna Mengantisipasi Luapan Air - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 08 November 2021

Musim Penghujan Tiba, DPU Pengairan Banyuwangi Lakukan Normalisasi Guna Mengantisipasi Luapan Air

 


Banyuwangi, Metro Jatim;

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi gencar lakukan normalisasi sungai guna mengantisipasi luapan air sungai pada musim penghujan.


Tindakan nurmalisasi sungai ini dianggap menjadi salah satu cara efektif DPU Pengairan dalam menjaga kestabilan aliran sungai dari kelebihan daya tampung air.


Dalam pengerjaannya DPU Pengairan memiliki dua opsi pengerjaan, hal ini bergantung dari nilai sendimen yang mengendap disaluran air. Hal ini disampaikan Plt Kepala DPU Pengairan, Guntur Priambodo melalui Kabid Operasional dan Pemeliharaan, Dedy Koerniawan.


“Normalisasi sungai ini dilakukan agar aliran dan daya tampung sungai tetap terjaga. Nurmalisasi merupakan cara efektif untuk mengurangi sedimen yang mengendap di saluran dam. Dalam pengerjaannya pun ada dua opsi bergantung nilai sendimen yang mengendap disungai,” kata Dedy, Jumat (5/11/2021).


Menurut Dedy, jika sedimen itu tidak terlalu berat warga petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) melakukan normalisasi secara manual, dengan alat seadanya.


Namun, jika sedimen di aliran sungai atau dam dianggap sangat tebal maka akan sulit bila dikerjakan menggunakan tenaga manusia, bahkan menurut dedy akan memakan waktu yang cukup lama.


“Kegiatan ini akan dibantu masing-masing Korsda di wilayah tersebut, dengan warga dan kelompok HIPPA sering melakukan normalisasi, namun bila sendimen cukup tebal dan tenaga manusia tidak memungkinkan maka opsi kedua menjadi pilihan, yaitu memakai bantuan alat berat.” jelasnya.


Dedy juga menambahkan, perlunya normalisasi ini untuk menghilangkan sedimen yang mengendap. Meski tidak semua sedimen dapat larut. Namun normalisasi ini dianggap dapat mengembalikan daya tampung air di aliran sungai maupun di dam.


“Tidak semua sendimen itu larut, namun setidaknya sebagian besar sendimen dapat dibersihkan, sehingga dapat menjaga debit tampung dam kembali normal,” Dedy menambahkan. (*/Herman)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini