Acara Peluncuran Batik "Tumbu" Didedikasikan untuk Pendiri SMKN 1 Donorojo, Kiai Haji Umar Said - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Minggu, 15 Februari 2026

Acara Peluncuran Batik "Tumbu" Didedikasikan untuk Pendiri SMKN 1 Donorojo, Kiai Haji Umar Said


Pacitan, Metro Jatim; 

SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan telah melaksanakan acara peluncuran batik khas sekolah bernama "Batik Tumbu", yang secara khusus didedikasikan untuk Kiai Haji Umar Said – sosok yang berjasa sebagai pendiri sekolah dan telah mengakar nilai-nilai pendidikan vokasi yang kuat di daerah tersebut. Acara yang penuh dengan makna sejarah ini diresmikan secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., dalam rangka memperkuat identitas sekolah dan menghormati jasa pelopor pendidikan lokal.

 

Makna Dediasi bagi Pendiri Sekolah

 

Pemilihan nama "Tumbu" dan dedikasi kepada Kiai Haji Umar Said tidak lepas dari filosofi yang terkandung dalam perjuangan beliau untuk mendirikan SMKN 1 Donorojo. Kata "Tumbu" dalam bahasa lokal melambangkan pertumbuhan yang kokoh, akar yang kuat, dan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan – nilai-nilai yang selalu ditanamkan oleh beliau kepada generasi muda sejak awal berdirinya sekolah.

 

Dalam pidato peluncuran, Dr. Sasmito Pribadi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghargaan yang layak bagi jasa Kiai Haji Umar Said. "Beliau telah membuka jalan bagi ribuan anak muda untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja. Batik Tumbu akan menjadi simbol warisan beliau yang terus hidup dan berkembang seiring dengan kemajuan sekolah," ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai luhur dari pendiri sekolah sebagai dasar dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Desain dan Nilai Budaya Batik "Tumbu"

 

Desain Batik "Tumbu" mengambil inspirasi dari ragam tanaman lokal yang memiliki makna budaya dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Pacitan. Motif utama yang diusung meliputi pola daun sirih, bunga melati, dan tanaman obat tradisional, yang diolah dengan teknik batik tulis khas Jawa Timur. Kombinasi warna yang digunakan – antara lain biru tua sebagai simbol kepercayaan, hijau muda sebagai lambang pertumbuhan, dan warna emas sebagai cerminan prestasi – mencerminkan semangat pendidikan yang dijunjung tinggi oleh SMKN 1 Donorojo.

 


Proses pembuatan Batik "Tumbu" dilakukan secara langsung oleh siswa sekolah yang mengikuti program keahlian kerajinan dan seni industri, dibimbing oleh pengrajin batik berpengalaman serta instruktur ahli. Hal ini tidak hanya mengembangkan keterampilan siswa, tetapi juga menjadikan batik sebagai produk kreatif yang dapat berkontribusi pada perekonomian lokal.

 

Dampak Strategis dan Harapan Masa Depan

 

Peluncuran Batik "Tumbu" diharapkan memberikan dampak strategis bagi perkembangan SMKN 1 Donorojo. Selain menjadi identitas visual sekolah yang khas, batik ini juga dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan budaya lokal dan produk kreatif hasil karya siswa ke tingkat yang lebih luas. Beberapa varian produk Batik "Tumbu" telah direncanakan, antara lain seragam sekolah dengan aksen batik, produk kerajinan tangan, dan merchandise yang dapat diperjualbelikan.

 

Kepala SMKN 1 Donorojo menyampaikan bahwa Batik "Tumbu" akan terus dikembangkan dengan memperhatikan inovasi desain dan kualitas produk. "Kami berharap batik yang didedikasikan untuk pendiri sekolah ini tidak hanya menjadi barang dagangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencetak generasi muda yang bangga dengan budaya sendiri dan memiliki jiwa wirausaha yang kuat," ujarnya. (Ike)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini