Jombang, Metro Jatim;
Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Wirausaha Baru (WUB), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang menggelar pelatihan budidaya ikan lele bagi warga Kecamatan Tembelang. Acara yang berlangsung pada Kamis (23/4) di Kantor Kecamatan Tembelang ini dihadiri oleh 48 peserta yang berasal dari empat desa, yakni Desa Kedungotok, Sentul, Bedahlawak, dan Pulorejo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program WUB ini merupakan inisiasi langsung dari Abah Bupati. Sebagai sosok pengusaha, Bupati menginginkan agar masyarakat Jombang tidak sekadar mencari kerja, tetapi mampu menjadi "bos" atas usahanya sendiri.
"Program WUB ini mencakup berbagai bidang, mulai dari peternakan ayam, pertanian, hingga budidaya lele yang hari ini kita laksanakan di Tembelang. Tujuannya agar masyarakat memiliki usaha yang berkelanjutan dan sejalan dengan visi Presiden dalam memperkuat Ketahanan Pangan nasional," ujar beliau saat membuka acara.
Untuk memperdalam wawasan, para peserta juga diarahkan untuk melakukan studi banding dan belajar langsung dari para praktisi sukses, di antaranya:
Bapak Heri (Bapak Asuh WUB Budidaya Lele) di Desa Temuwulan, Perak.
Gus Mad (Achmad Hasani) (Pembudidaya Bawal) di Desa Rejoagung, Ngoro.
Bapak Amrozi (Pembudidaya Patin) di Desa Tengaran, Peterongan.
Senada dengan Kepala Dinas, Kepala Bidang Agribisnis menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah memilih sektor perikanan sebagai jalan wirausaha. Ia berpesan agar buku panduan teknis yang diberikan benar-benar dipelajari dan dipraktikkan guna meminimalisir risiko kegagalan di lapangan.
Sesi inti pelatihan diisi oleh Sigit Prasetya Y., S.Pi, Penyuluh Perikanan Muda dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang. Dalam pemaparannya, Sigit menjelaskan secara komprehensif seluruh aspek budidaya lele, meliputi: pemilihan jenis kolam, pemilihan bibit ikan unggul, manajemen pakan, manajemen kualitas air, serta penanganan penyakit dan proses panen yang kerap dihadapi pembudidaya.
Sebagai bentuk dukungan pasca-pelatihan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menegaskan bahwa para peserta tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Jika ditemukan kendala teknis selama proses budidaya, peserta didorong untuk aktif berkomunikasi dengan Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) setempat.
Kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pembudidaya lele yang sukses, sehingga mampu memberikan berkah dan dampak ekonomi positif bagi keluarga serta masyarakat di Kecamatan Tembelang. (Hsn)

