Trenggalek, Metro Jatim;
Program ambisius Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Trenggalek masih harus melewati jalan terjal. Meski dikebut habis-habisan, setidaknya 20 lokasi kini terpaksa "nongkrong" di tengah jalan lantaran urusan izin lahan milik Perhutani yang belum juga usai.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengakui bahwa di balik euforia percepatan, ada pekerjaan rumah besar yang menghambat. Meskipun pendampingan dari Kodim bersama PT Agrinas disebutnya sudah berjalan maksimal di lapangan sejak awal April, masalah klasik pertanahan masih membayangi.
"Alhamdulillah progres dikebut, tapi kita tidak bisa tutup mata. Ada 20 desa yang belum dibangun itu karena masih berproses dengan tanahnya Perhutani. Kita semua saat ini sedang berjuang agar izinnya segera turun," keluh Doding di sela-sela kunjungan kerjanya, Jumat (10/4/2026).
Namun, kabar baik datang dari sisi lain. Sambil menuntaskan urusan bersurat, distribusi bantuan operasional mulai digelontorkan. Sebanyak 14 koperasi yang secara fisik sudah berdiri kokoh kini mulai menerima bantuan kendaraan dari PT Agrinas. Rencananya, aliran mobil ini akan terus mengalir seiring rampungnya konstruksi bangunan di lokasi lainnya.
"Hari ini 14 unit diserahkan. Nanti ketika bangunannya sudah jadi, mobil-mobil berikutnya akan kembali didistribusikan," tambah Doding.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, menyebut program ini resmi memasuki etape kedua. Setelah seluruh proses legalitas beres, fokus kini beralih pada pembangunan sarana dan penyusunan prasarana pendukung operasional.
"Target kita sekarang penyediaan sarana yang akan menopang gerak usaha koperasi nantinya," ujar Saniran.
Data per Maret 2026 mencatat sebanyak 14 unit koperasi telah selesai 100 persen. Angka itu perlahan bertambah menjadi 15 unit pada awal April ini. Namun, dari jumlah tersebut, hanya koperasi yang benar-benar sudah final fisiknya yang berhak menerima bantuan truk operasional pada tahap awal.
"Yang sudah 100 persen per Maret ada 14, sekarang nambah satu jadi 15. Yang dapat truk hari ini adalah yang sudah benar-benar rampung total," tegas Saniran.
Dengan target final pada Agustus mendatang, pemerintah daerah kini tengah berlomba melawan sisa waktu. Tekanan terbesar masih tertumpu pada bagaimana mempercepat cairnya izin lahan Perhutani agar 20 titik desa yang tersisa tidak tertinggal terlalu jauh. (Wwn)
