Trenggalek, Metro Jatim;
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek mulai melakukan persiapan dini menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029. Partai berlambang banteng tersebut tidak hanya menyusun strategi, tetapi juga mengidentifikasi sejumlah kader potensial untuk diusung sebagai calon pemimpin daerah.
Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa partainya memiliki banyak kader siap pakai, baik yang berasal dari DPRD maupun struktur partai. Meski demikian, ia masih enggan membeberkan nama-nama calon yang akan diusung.
"Pasti ada. Kita punya banyak kader, baik di DPR maupun di struktur partai. Tapi untuk nama, nanti satu tahun sebelum 2029 baru kita atur strateginya," ujarnya, baru-baru ini.
Doding menilai peluang partai untuk mengusung calon sendiri semakin terbuka lebar menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan ambang batas pencalonan kepala daerah dari 20 persen menjadi 4 persen. Dengan kondisi aturan baru ini, ia optimistis PDIP Trenggalek akan lebih siap menghadapi kontestasi mendatang.
Doding mencontohkan keberhasilan partainya pada Pilkada sebelumnya yang mampu merumuskan strategi hingga tidak memiliki lawan. "Dengan aturan baru, peluang kita tentu lebih besar lagi," tambahnya.
Selain Pilkada, PDIP Trenggalek juga memasang target ambisius untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Saat ini, partai tersebut menguasai 13 kursi di DPRD Trenggalek. Doding berharap angka tersebut dapat meningkat signifikan pada pemilu mendatang.
"Harapan kita bisa naik menjadi 15 sampai 16 kursi. Tapi nanti akan kita lihat situasi dan kondisi, bisa saja targetnya kita tingkatkan," jelasnya.
Meskipun strategi politik sudah mulai disiapkan, Doding menegaskan bahwa prioritas utama partai saat ini adalah kerja-kerja nyata di masyarakat. Menurutnya, hasil politik ditentukan oleh kinerja, bukan sekadar manuver elektoral.
Karena itu, seluruh kader diminta aktif turun ke lapangan dan mengawal persoalan sosial, salah satunya masalah kemiskinan. Perhatian khusus diberikan pada kasus penonaktifan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. PDIP akan menggerakkan kader untuk melakukan pendataan dan membantu koordinasi agar warga tersebut dapat kembali menerima layanan kesehatan.
"Kita fokus mengabdi dulu. Nanti satu tahun sebelum pemilu baru kita hitung strategi dan lawan," tegasnya.
Doding juga merespons wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung melalui DPRD. Ia menyatakan PDIP Trenggalek siap beradaptasi dengan skema tersebut. Jika diterapkan, partainya akan menjalin kerja sama dengan partai lain untuk memenuhi syarat kuorum di DPRD.
"Kalau tidak langsung, ya kita kerja sama dengan partai lain. Tapi itu nanti melihat hasil Pemilu 2029, karena komposisinya bisa berubah," pungkasnya. (Wwn)
