Trenggalek, Metro Jatim;
Detik-detik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 tak hanya menebarkan semangat berkurban, tetapi juga ikut memanaskan panggung harga komoditas dapur di Kabupaten Trenggalek. Dalam dua pekan terakhir, sejumlah bumbu pokok mengalami gejolak, dengan cabai sebagai pemeran utamanya.
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, terjadi drama harga yang bertolak belakang antara dua jenis cabai. Sang "merah besar" atau cabai merah besar justru menunjukkan grafik kenaikan yang tajam, sementara adiknya, cabai rawit merah, mulai menunjukkan penurunan meski masih bertengger di level premium.
Bu romlah , seorang pedagang di pasar basah Trenggalek, mengamati langsung dinamika ini. "Kalau yang besar sekarang sedang naik daun. Harganya sudah menyentuh Rp56 ribu per kilogram. Padahal tidak lama sebelumnya masih di kisaran Rp49 ribu," ungkapnya, sabtu (17/5/2026).
Namun, kabar sedikit mereda datang dari cabai rawit merah. "Untuk yang kecil, alhamdulillah mulai turun. Sekitar Rp67 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya sempat menembus angka Rp74 ribu," imbuh Rom.
Menurut romlah , fenomena ini diduga kuat berasal dari hulu, yaitu perubahan musim tanam petani. "Banyak petani yang kini lebih memilih menanam padi di sawah. Akibatnya, luasan tanam cabai berkurang drastis dibanding musim biasanya," jelasnya, mencoba merunut penyebab dari akar masalah.
Membenarkan kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menyebut volatilitas harga kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, pergerakan harga cabai terjadi hampir setiap hari.
"Pola saat ini sangat tidak biasa. Harga bisa naik tinggi tiba-tiba, lalu keesokan harinya langsung melandai. Kami menduga ada kendala stok di tingkat petani, seperti hasil panen yang belum dijemput atau faktor distribusi lainnya," terang Saniran.
Ia merinci bahwa kemarin sempat tercatat cabai rawit merah menyentuh angka Rp70 ribu per kilogram, namun saat ini sudah terpantau turun menjadi Rp64 ribu per kilogram. Sementara itu, posisi cabai merah besar terus menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Saniran mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Meskipun fluktuasi terjadi sangat cepat, pihaknya terus memantau rantai pasok dan memastikan ketersediaan stok tetap aman menjelang hari raya. "Kami tidak ingin spekulan memanfaatkan kondisi ini. Harga dinamis, tapi stok ada. (wwn)
