Menjelang Idul Adha, Peternak Kambing Trenggalek Gelisah,Harga Masih Jauh dari Ekspektasi - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 11 Mei 2026

Menjelang Idul Adha, Peternak Kambing Trenggalek Gelisah,Harga Masih Jauh dari Ekspektasi



Trenggalek, Metro Jatim; 

Biasanya, momen Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi para peternak kambing. Namun, tahun ini situasinya berbeda. Para peternak di Kabupaten Trenggalek justru diliputi kekhawatiran. Daya beli masyarakat yang melemah membuat pasar hewan kurban lesu, sementara harga kambing tak kunjung menyamai capaian tahun lalu.


Salah satu peternak yang merasakan langsung dampaknya adalah Nur Kholis, warga asal Desa Ngares, Trenggalek. Dalam dua bulan terakhir, ia melihat tren harga kambing, khususnya jenis domba, terus mengalami penurunan.


“Selama dua bulan terakhir, harga kambing domba mulai turun. Ini mungkin dampak dari berkurangnya daya beli masyarakat atau kondisi ekonomi yang sedang seperti sekarang,” ujar Nur, Senin (11/5/2026).


Menurut Nur, fenomena ini diperparah dengan banyaknya peternak yang mulai menjual ternaknya secara serempak. Alhasil, pasokan melimpah, tetapi jumlah pembeli tak sebanding. Kondisi ini memicu koreksi harga yang cukup dalam dibanding periode yang sama pada Idul Adha tahun lalu.


Namun, ada secercah harapan. Menjelang H-2 minggu Idul Adha, harga kambing jantan yang layak kurban perlahan mulai merangkak naik. Saat ini, kambing kurban dibanderol mulai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per ekor.


“Sekarang harganya mulai stabil dan merangkak naik. Untuk kambing jantan yang pantas kurban, harganya sekitar Rp3 juta ke atas,” jelasnya.


Meski naik, angka tersebut masih jauh di bawah harga pasar tahun 2025. Pada momen Idul Adha tahun lalu, kambing kurban bisa terjual dengan harga Rp3,5 juta sampai Rp3,7 juta per ekor.


“Kalau tahun lalu Rp3,5–Rp3,7 juta, tahun ini masih sekitar Rp3 jutaan. Penurunannya sekitar 20 persen,” imbuh Nur.


Yang membuat peternak semakin was-was, lesunya pasar ini bukan karena stok sedikit. Justru sebaliknya, jumlah kambing yang dijual peternak meningkat cukup drastis. Persoalan klasik ekonomi pun tak terelakkan: supply berlimpah, demand lesu.


“Peternak yang menjual banyak sekali, tapi pembelinya lesu. Kalau sapi mungkin hanya kalangan tertentu yang bisa beternak. Tapi kambing banyak dipelihara masyarakat menengah ke bawah,” pungkas Nur.


Dengan sisa waktu kurang dari dua pekan menuju Idul Adha, para peternak di Trenggalek masih berharap pasar segera bergairah. Namun, jika daya beli tak kunjung membaik, tidak menutup kemungkinan momen kurban tahun ini akan meninggalkan catatan pahit bagi para penggembala kambing di Bumi Menak Sopal.(Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini