Rusak Parah Selama 11 Tahun, Jalan Ngares Sengon Trenggalek Dikepung Amarah Warga - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 22 Mei 2026

Rusak Parah Selama 11 Tahun, Jalan Ngares Sengon Trenggalek Dikepung Amarah Warga

 


Trenggalek, Metro Jatim;

Rapat yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Senin siang, berlangsung jauh dari suasana formal biasa. Ruang sidang berubah laiknya arena luapan emosi yang tertimbun sejak lebih dari satu dekade.


Forum Aliansi Masyarakat Trenggalek Bergerak (FAMTB) tak datang untuk berbasa-basi. Mereka hadir dengan satu kalimat tegas: cukup sudah.


Ali Roisudin memimpin langsung puluhan perwakilan warga dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD. Suara bulat menggebrak ruangan: perbaikan total ruas jalan Ngares–Sengon, panjang sekitar 10 kilometer.


"Dengan jumlah kecil kami datang sekarang. Jika tak ada tindakan, lain kali sopir truk, petani, dan semua yang jalannya hancur setiap hari akan ikut," ucap Ali, matanya menyala menahan geram.


Dari rapat yang sempat memanas itu, dua biang kerok kerusakan jalan akhirnya terkuak.


Pertama, ganasnya truk tambang. Setiap hari kendaraan berat bermuatan over-tonase melibas aspal yang seharusnya dalam masa pemeliharaan. Kedua, drainase tersumbat pipa. Proyek perpipaan PDAM malah menghalangi aliran air. Air lalu meresap, menggerus aspal dari dalam.


Kondisinya memprihatinkan. Ruas Desa Sengon terakhir diaspal tahun 2010, kini aspalnya mengelupas menyisakan batu tajam. Ruas Desa Ngares hanya mendapat rabat beton pada 2016 dan tak pernah tersentuh lagi.


Bagi warga Sengon yang hendak ke Kecamatan Tugu, jalan ini adalah urat nadi. Hasil tani, aktivitas harian, hingga mimpi anak-anak sekolah terguncang di atas ribuan lubang.


Ali Roisudin menolak larut dalam polemik regulasi tambang. "Warga tak peduli birokrasi di meja. Kami hanya ingin jalan mulus," tegasnya.



Komisi III DPRD akhirnya buka suara. Janji mengalir: tahun ini anggaran pemeliharaan darurat berupa penambalan sementara. Tahun depan perbaikan total poros Prambon Sengon Ngares dijanjikan akan digarap berkala.


Ali menyatakan warga siap bersinergi. Namun nada bicaranya menyiratkan peringatan: sinergi hanya jika pemerintah benar-benar bergerak.


Kini beban sepanjang 10 kilometer itu bergeser ke pundak DPRD dan Pemkab Trenggalek. Akankah janji darurat tahun ini ditepati? Atau ancaman gelombang massa lebih besar yang akan kembali membanjiri gedung dewan.


Warga kembali harus melewati jalan yang sama. Setiap hari. Setiap lubang. Setiap debu yang mengepul. (Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini