Trenggalek, Metro Jatim;
Ada angin segar di dunia peradilan Trenggalek. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Pengadilan Agama (PA) Trenggalek justru mengikat janji kerjasama yang lebih fundamental. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) itu berlangsung bersamaan dengan peresmian Gedung Baru PA Kelas IA Trenggalek, Selasa (7/7/2026).
Tak sekadar seremonial, MoU ini menjadi fondasi bahwa gedung megah di Jalan Brigjen Soetran itu tak akan berarti tanpa pelayanan publik yang prima. Kerjasama ini diharapkan menjadi perekat sinergi antara birokrasi daerah dan lembaga peradilan agama, khususnya dalam mengurai persoalan hukum yang menyentuh langsung hajat hidup warga.
Penjabat Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Admono, mewakili Bupati, menyebut momen ini sebagai "titik balik." Menurutnya, gedung baru adalah simbol, tapi yang lebih penting adalah semangat baru para aparatur di dalamnya. "Proses pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Trenggalek harus berjalan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dekat," ujarnya dengan tegas.
Di balik megahnya gedung, Triadi menyoroti realita geografis Trenggalek. Dari 14 kecamatan yang ada, delapan di antaranya berada di kawasan pegunungan dengan akses terbatas. "Keberadaan gedung baru ini bukan hanya soal kenyamanan pegawai, tapi soal bagaimana kami bersama PA bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal di lereng-lereng gunung," tambahnya.
Perjalanan panjang pembangunan gedung ini sendiri penuh lika-liku. Berawal dari hibah tanah seluas lebih dari 5.000 meter persegi dari Pemkab Trenggalek, proyek ini sempat tertahan lama akibat kebijakan moratorium anggaran dan sederet kendala teknis lainnya. Namun, hari ini, semua hambatan itu terbayar lunas.
Ketua PA Kelas IA Trenggalek, Fahruddin, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendahulu yang telah berjuang mati-matian mengawal pembangunan ini. "Kami berdiri di sini bukan karena satu orang, tapi karena perjuangan kolektif yang panjang. Dan kami tak akan melupakan jasa Pemkab yang telah menghibahkan tanah ini," ucapnya.
Kehadiran Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, Zulkarnain, dalam peresmian itu semakin menegaskan dukungan dari tingkat atas. Zulkarnain secara khusus mengapresiasi kolaborasi antara eksekutif dan yudikatif di Trenggalek. "Saya berharap, dengan gedung baru dan MoU ini, kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat tidak lagi terbentur oleh jarak dan administrasi. Ini adalah percontohan sinergi yang baik," pungkasnya.
Dengan mengusung jargon "Gedung Baru, Semangat Baru," Trenggalek kini tak hanya punya infrastruktur peradilan yang representatif, tetapi juga komitmen tertulis untuk terus "nyengkuyung" (mendukung) setiap langkah PA dalam memberikan keadilan bagi warganya. (Wwn)
