Mengintip Kemeriahan Bersih Kelurahan Krajan: Saat Tradisi Menepis Modernisasi. - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 08 Juli 2026

Mengintip Kemeriahan Bersih Kelurahan Krajan: Saat Tradisi Menepis Modernisasi.


Madiun, Metro Jatim; 

Tabuhan rancak gamelan bertalu-talu, bersahutan dengan riuh rendah sorak-sorai warga yang memadati halaman maupun dalam gedung Sendang Krajan. Ditengah kepungan arus modernisasi yang kian deras, Pemerintah Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, membuktikan bahwa taji adat istiadat leluhur tidak pernah pudar. 


Melalui ritual tahunan Nyadran atau Bersih Kelurahan, warga Krajan sukses menggelar pesta budaya yang mencapai puncaknya dengan sangat khidmat sekaligus meriah pada Jum'at (3/7/2026). 


Bukan hanya magnet bagi warga lokal, namun juga menyedot perhatian para tokoh penting daerah. Nampak hadir di lokasi, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, Jajaran Forkopimca Mejayan serta Kepala Kelurahan Krajan, Tri Santoso yang mengawal langsung jalannya acara dari awal hingga akhir kegiatan. 


TIGA HARI PENUH MAKNA, DARI TIRAKATAN HINGGA REBUTAN GUNUNGAN. 

Kemeriahan yang memuncak dihari Jum'at ternyata merupakan buah dari persiapan yang matang sejak dari awal bulan. Kepala Kelurahan Krajan, Tri Santoso memaparkan bahwa agenda tahun ini memang dirancang secara terpadu demi memberikan kesan mendalam bagi masyarakat "Alhamdulillah, rangkaian acara sudah dimulai sejak tanggal satu bulan Juli yang lalu. Semua berjalan tertib, aman, lancar dan kondusif berkat sinergi luar biasa dari warga, Lembaga serta jajaran Tiga Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas) Ujar Tri Santoso dengan rona bahagia."


KEMERIAHAN RITUAL TIGA HARI DI KELURAHAN KRAJAN. 

Hari Rabu(1/7) malam : Suasana khusyuk menyelimuti Kelurahan saat warga berkumpul untuk menggelar Malam Tirakatan, memanjatkan do'a-do'a hening bagi kesejahteraan Kelurahan Krajan. Hari Kamis (2/7), Sejak pagi buta, warga kompak bergotong royong melakukan ritual "Nguras Sendang" (Membersihkan sumber mata air) yang dilanjutkan dengan do'a leluhur. Malam harinya, nuansa spiritual semakin kental dengan digelarnya Istigasah bersama. Hari Jum'at (3/7), Puncak Acara Ritual Sedekah Bumi dan Kenduri Sakral digelar sejak pagi hari usai Shalat Jum'at, energi Kelurahan Krajan langsung meledak lewat pementasan seni beksan, atraksi magis Reog Ponorogo, hingga tradisi rebutan gunungan sesaji yang menjadi Simbol rasa syukur atas melimpahnya berkah bumi. 


KETUA DPRD KABUPATEN MADIUN : JANGAN HANYA MENGANDALKAN PEMERINTAH. 

Apresiasi yang tinggi datang langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan atas konsistensi warga Kelurahan Krajan yang tetap teguh menjaga akar budaya mereka "Ini adalah budaya yang harus betul-betul kita uri-uri (dijaga dan dilestarikan) jangan sampai budaya yang sudah diciptakan oleh para leluhur hilang begitu saja seiring dengan pergantian generasi." tegas Fery Sudarsono di hadapan warga. 


Namun, Fery Juga memberikan catatan penting sekaligus "sentilan" positif bagi masyarakat luas terkait pelestarian kesenian lokal lain yang dinilai mulai meredup, seperti kesenian khas Dongkrek. Menurutnya, hidup atau matinya sebuah budaya berada ditangan masyarakat itu sendiri, bukan semata-mata tanggung jawab birokrasi "Masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan kehadiran pemerintah. Warga yang memiliki dan menghidupi budaya tersebut harus memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikan bersama-sama demi warisan anak cucu di generasi selanjutnya," pungkas Fery Sudarsono dengan tegas. (Ismantono)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini