Trenggalek, Metro Jatim;
Upaya mewujudkan wilayah yang bersih dari peredaran maupun penyalahgunaan narkoba terus digencarkan jajaran Kepolisian Resor Trenggalek. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di setiap wilayah, kepolisian turut mendukung penuh program unggulan yang digagas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Trenggalek bernama Desa Bersinar.
Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang selama ini telah dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Siswanto, S.H., menyampaikan pesan dari Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., bahwa pihaknya memiliki kekuatan sebanyak 157 orang Bhabinkamtibmas yang siap dilibatkan secara maksimal. Seluruh personel tersebut akan berkolaborasi erat bersama BNN Kabupaten Trenggalek demi memastikan keberhasilan program Desa Bersinar.
“Kami memiliki 157 Bhabinkamtibmas yang dapat kami turunkan di lapangan. Sinergi dengan BNNK akan menjadi kunci agar program ini berjalan sesuai harapan,” ujar AKP Siswanto.
Perlu diketahui, ancaman narkoba saat ini tidak lagi hanya merajalela di perkotaan, melainkan telah menyusup hingga ke pelosok desa dan lingkungan pedesaan. Oleh karena itu, penanganan yang menyasar langsung masyarakat di tingkat akar rumput dinilai sangat tepat dan mendesak untuk dilakukan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai bahaya serta dampak buruk narkoba, terutama kepada generasi muda. Sebab, merekalah yang kelak akan menjadi penggerak utama roda perekonomian serta pembangunan di lingkungannya masing-masing.
Lebih lanjut, AKP Siswanto menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas sebagai perwakilan Polri sekaligus garda terdepan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di desa juga melaksanakan upaya pencegahan secara mandiri. Mulai dari sosialisasi di lingkungan warga hingga penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah.
Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian kepolisian agar generasi muda terhindar dari jeratan narkoba yang tidak hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga berpotensi memicu tindak pidana lain. Kerugian yang ditimbulkan bahkan tidak hanya menimpa diri sendiri, melainkan menjalar hingga ke keluarga dan lingkungan sekitar.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap penanganan masalah narkoba di Trenggalek dapat berjalan lebih optimal. Ke depannya, kami ingin melahirkan generasi yang tangguh, berdaya saing tinggi, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas tahun 2045,” pungkasnya. (Wwn)
