Sapa Murid Baru di Hari Pertama MPLS, Mas Dhito Tekankan Stop Bullying - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 14 Juli 2026

Sapa Murid Baru di Hari Pertama MPLS, Mas Dhito Tekankan Stop Bullying



Kediri, metrojatim.com;

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Kediri, Senin (13/7/2026), dimanfaatkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 2 Ngasem. Di balik semangat siswa baru menyambut jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Mas Dhito justru menemukan persoalan serius terkait keselamatan pelajar.


Saat berdialog langsung dengan para siswa, Mas Bup Dhito mendapati banyak pelajar SMP yang mengaku sudah mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar tidak mengenakan helm.


"Tadi dari empat kelas yang saya lihat, masih banyak anak bawah umur yang sudah membawa motor sendiri ke sekolah. Mirisnya lagi, rata-rata dari mereka tidak memakai helm," ujar Mas Dhito.


Ia menegaskan, keselamatan pelajar di jalan raya harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, sekolah, pemerintah daerah, dan orang tua harus bersinergi untuk mencegah anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.


"Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan anak-anak kita. Harus ada sinergi kuat antara sekolah, pemerintah daerah, dan orang tua agar keselamatan anak menjadi prioritas utama," tegasnya.


Selain menyoroti keselamatan, Mas Dhito memastikan pendidikan di Kabupaten Kediri tidak boleh dibayangi persoalan biaya. Dari dialog dengan siswa, ia mengetahui setiap anak membutuhkan sekitar empat jenis seragam sekolah.


Ia pun membuka ruang bagi orang tua yang kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut agar mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah.


"Kalau ada orang tua yang merasa keberatan dengan biaya seragam, silakan ajukan keberatan. Kita akan berikan seragam secara gratis," katanya.


Mas Dhito juga mengingatkan seluruh kepala sekolah PAUD hingga SMP agar tidak melakukan pungutan liar dengan dalih kebutuhan sekolah maupun seragam.


"Saya tidak mau mendengar ada siswa yang keberatan karena harus beli baju sekolah. Jika ada pungutan-pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah, tolong segera laporkan ke kami," tandasnya.


Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga membekali siswa baru dengan pesan karakter. Ia mengajak para pelajar bijak menggunakan media sosial, menghormati orang tua dan guru, serta menolak segala bentuk perundungan.


"Stop bullying. Bullying itu bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga ejekan dan kekerasan verbal. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman sejak hari pertama," pesannya.


Sebagai bentuk komitmen membangun kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Kediri setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp30 miliar untuk program beasiswa. Menurut Mas Dhito, pendidikan merupakan jalan paling efektif memutus rantai kemiskinan.


Ia mencontohkan banyak anak dari keluarga sederhana, seperti anak guru tani, penjual kelapa muda, hingga kuli bangunan, yang berhasil diterima di perguruan tinggi ternama seperti Universitas Brawijaya (UB), ITS, dan UNESA.


"Pendidikan adalah cara tercepat mengubah nasib keluarga," pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, memastikan seluruh pelaksanaan MPLS di Kabupaten Kediri diawasi secara ketat. Ia menegaskan MPLS harus berlangsung edukatif, ramah anak, bebas perploncoan, bebas bullying, serta tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.


"MPLS harus ramah. Mutlak tidak ada perploncoan, tidak ada bullying, itu dilarang keras. Kemudian, kami pastikan juga tidak boleh ada iuran atau pungutan dalam bentuk apa pun terkait pelaksanaan MPLS ini," demikian tegas Muhsin. (fran)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini