Trenggalek, metrojatim.com;
Menjelang berakhirnya masa pendaftaran sayembara logo peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, antusiasme masyarakat mulai terlihat bertumbuh. Hingga sehari sebelum batas akhir pengiriman karya, tercatat sekitar 15 orang telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek, Yusuf Widharto, menyampaikan angka tersebut belum menjadi angka pasti. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta kerap mengalami lonjakan signifikan tepat pada hari terakhir pendaftaran.
“Sampai hari ini peserta yang tercatat sekitar 15 orang. Namun kita tidak menutup kemungkinan jumlahnya melonjak di momen terakhir, tepatnya batas waktu pengiriman 23 Juli pukul 23.59 WIB,” ujar Yusuf
Ajang ini diselenggarakan bukan sekadar kompetisi, melainkan sebagai wadah bagi masyarakat terutama generasi muda setempat untuk menyalurkan ide dan kreativitas dalam merayakan perjalanan sejarah daerahnya.
“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga Trenggalek, khususnya para pemuda, untuk ikut berperan aktif dalam peringatan hari lewat karya desain yang mereka buat sendiri,” tambahnya.
Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Hambeging Bumi”. Makna tema ini mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berpegang pada jati diri Trenggalek yang tumbuh dan berkembang berkat anugerah alam. Selain itu, tema ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mempererat kerukunan antarwarga.
“Bupati mengajak kita semua untuk tidak melupakan asal-usul. Kita lahir dan berkembang dari bumi ini, maka sudah sepatutnya kita mencintai lingkungan dan menjaga persatuan seluruh warga Trenggalek,” jelas Yusuf. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat tergambar jelas dalam setiap desain yang dikirimkan peserta.
Satu hal yang menjadi penekanan utama panitia adalah keaslian karya. Yusuf menegaskan bahwa seluruh desain yang dikirim harus murni hasil kreasi peserta sendiri dan dilarang menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Ini adalah ajang penguji kreativitas murni manusia. Maka karya harus benar-benar orisinal, tidak boleh ada unsur hasil buatan AI,” tegasnya.
Mekanisme penjurian akan melibatkan tiga orang ahli yang akan menyeleksi karya-karya masuk hingga tersisa 10 desain terbaik. Selanjutnya, Bupati Trenggalek akan memilih tiga pemenang utama yang dinilai paling tepat menggambarkan makna tema “Hambeging Bumi”.
Hadiah telah disiapkan bagi para pemenang, yaitu juara pertama berupa uang pembinaan senilai Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. Logo resmi hasil sayembara ini direncanakan akan diluncurkan pada 30 Juli 2026 agar dapat digunakan secara luas menjelang rangkaian perayaan di bulan Agustus.
Kompetisi ini terbuka bagi seluruh penduduk Kabupaten Trenggalek yang dapat membuktikan kewargaan dengan KTP, Kartu Keluarga, atau kartu pelajar yang masih berlaku. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya lengkap dengan penjelasan filosofi desainnya. Bukti keaslian karya juga harus disertakan lewat surat pernyataan bermeterai.
Karya dikirimkan dalam format gambar digital (.JPEG/.PDF/.PNG) beserta file sumber desain (.AI/.CDR/.EPS/.PSD), dilengkapi dengan dokumen identitas, surat pernyataan keaslian, dan foto swafoto. Seluruh berkas dikirimkan ke alamat email: pemkabtrenggalek2024@gmail.com paling lambat 23 Juli 2026 pukul 23.59 WIB.
Tiga karya pemenang akan menjadi hak milik panitia untuk disempurnakan menjadi logo resmi peringatan. Keputusan yang diambil oleh dewan juri bersifat mutlak. (Wwn)
