Sinergi Guru dan Orang Tua: Kunci Disdikbud Jombang Wujudkan Sekolah Dasar Ramah Inklusi - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 09 Juli 2026

Sinergi Guru dan Orang Tua: Kunci Disdikbud Jombang Wujudkan Sekolah Dasar Ramah Inklusi


Jombang, Metro Jatim; 

Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang setara dan tanpa diskriminasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budaya Inklusif pada Sekolah Dasar. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin hingga Jumat, 22–26 Juni 2026, bertempat di Aula 1 dan Aula 2 Disdikbud Jombang.


Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Rhendra Kusuma, di Aula 1 Disdikbud Jombang. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penerapan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah reguler sebagai upaya memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.


Rhendra menyampaikan bahwa guru dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan menerima keberagaman. Menurutnya, sekolah harus mampu merangkul seluruh siwa, baik siswa reguler maupun siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau kelainan tertentu.


“Pendidikan inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab guru pendamping khusus, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Guru dan kepala sekolah harus mampu memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta didik,” ujarnya.


Selain itu, Rhendra juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan inklusif. Strategi dan metode pembelajaran yang diberikan di sekolah, menurutnya, harus dapat diterapkan kembali di lingkungan keluarga oleh orang tua masing-masing.



“Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Orang tua perlu memahami dan menerapkan strategi yang diajarkan sehingga perkembangan anak dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.


Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dasar di Kabupaten Jombang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan budaya inklusif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, seluruh peserta didik dapat memperoleh hak pendidikan yang adil, nyaman, dan berkualitas tanpa adanya diskriminasi.


Kegiatan Bimtek Pengembangan Budaya Inklusif ini menjadi salah satu upaya Disdikbud Jombang dalam mendorong terwujudnya sekolah yang ramah, inklusif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik di jenjang sekolah dasar. (dikbud/hsn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini