Trenggalek, Metro Jatim;
Sebuah kecelakaan kerja memilukan terjadi di Dusun Bungur, Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pada Senin (3/8/2026). Dua warga kehilangan nyawanya setelah tertimbun tanah dan bebatuan yang longsor saat sedang menggali sumur sedalam sekitar 20 meter.
Kedua korban telah diidentifikasi sebagai Jumiyo (53), warga Dusun Kebun Duren, Desa Besuki, dan Nur Rohman, warga Dusun Bungur, Desa Besuki. Keduanya berprofesi sebagai petani yang sedang melakukan penggalian sumur milik warga bernama Bibit, yang saat itu sedang berada di Kalimantan.
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek yang juga menjabat Pj Sekretaris Daerah, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa peristiwa berlangsung sekitar pukul 11.27 WIB. Saat kedua korban bekerja di dasar sumur, tiba-tiba terjadi longsoran tanah dan bebatuan dari dinding dan bibir sumur yang langsung menimpa mereka.
“Saat proses penggalian berlangsung, terjadi longsoran tanah dan bebatuan dari bibir sumur yang menimbun keduanya,” ungkap Triadi.
Tak lama setelah kejadian, tepatnya pukul 11.35 WIB, perangkat Desa Besuki bernama Hendro yang menyaksikan langsung kejadian segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga pun dikerahkan ke lokasi.
Proses pencarian dan evakuasi berjalan sangat berat. Keterbatasan ruang di dalam sumur yang sempit serta tumpukan material longsoran menyulitkan pergerakan petugas. Tim harus bekerja sangat hati-hati guna menghindari risiko longsoran susulan.
Berbekal peralatan khusus dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, petugas terus berupaya menjangkau posisi korban yang berada di kedalaman 20 meter. Setelah berjuang berjam-jam, sekitar pukul 01.15 WIB dini hari, kedua jenazah akhirnya berhasil diangkat ke permukaan. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi.
Seluruh proses evakuasi resmi selesai pada Selasa (4/8/2026) pukul 01.45 WIB. Jenazah kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan visum sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Stefanus Triadi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi hingga tuntas. Di saat yang sama, ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan aspek keselamatan saat melakukan pekerjaan berisiko tinggi, termasuk penggalian sumur.
“Penerapan prosedur keselamatan kerja dan penggunaan perlengkapan yang memadai sangat penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari,” tegasnya.(wwn)
