Perkuat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Ipuk Serahkan SK PNS kepada 3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes di Banyuwangi ​ - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 14 Agustus 2026

Perkuat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Ipuk Serahkan SK PNS kepada 3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes di Banyuwangi ​


Banyuwangi, Metro Jatim; 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Sebanyak 79 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari total penerima tersebut, sebanyak 17 orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes), yang meliputi 3 dokter spesialis, 7 dokter umum, 2 tenaga fungsional kesehatan, serta 7 apoteker.


​Penyerahan SK tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Ruang Rempeg Jogopati, Kantor Pemkab Banyuwangi.


​Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kesehatan terus menjadi salah satu sektor prioritas pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran para dokter spesialis dan nakes baru ini diharapkan menjadi amunisi segar untuk memaksimalkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.


​"Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat," ujar Bupati Ipuk.


​Lebih lanjut, Bupati Ipuk menekankan bahwa Pemkab Banyuwangi terus mendorong berbagai inovasi di bidang kesehatan. Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah PAS (Puskesmas Asuhan Spesialistik), yakni program yang menghadirkan dokter spesialis untuk memberikan pembinaan serta meningkatkan kompetensi para nakes di tingkat puskesmas.


​Di hadapan para ASN baru, Bupati Ipuk mengingatkan agar status PNS tidak hanya dipandang sebagai bentuk jaminan kesejahteraan pribadi semata, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi.


​“Jangan hanya berpikir untuk diri sendiri bahwa mau menjadi PNS karena masa depannya lebih terjamin. Tapi menjadi PNS itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat terlayani, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di daerah,” tegasnya.


​Bupati Ipuk juga menyoroti perubahan zaman yang semakin dinamis dan penuh persaingan. Ia meminta seluruh jajaran PNS yang baru diangkat agar terus bersikap adaptif, melahirkan inovasi, serta memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan masyarakat.


​“PNS harus lebih adaptif terhadap perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar, dan jangan malas meng-upgrade diri. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan tepat terus meningkat. Gali terus kreativitas dan inovasi,” imbau Bupati Ipuk.


​Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, merincikan bahwa 79 penerima SK tersebut merupakan CPNS hasil seleksi formasi tahun 2024. Dari total 81 peserta yang lolos seleksi, sebanyak 79 orang telah dinyatakan lulus Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) yang digelar oleh Pemprov Jawa Timur, sehingga resmi memperoleh SK pengangkatan PNS.


​Rincian penerima SK PNS kali ini terdiri atas 3 dokter spesialis, 7 dokter umum, 2 fungsional kesehatan, 7 apoteker, 6 auditor, serta 54 tenaga fungsional teknis lainnya. Penambahan SDM ini diharapkan mampu mempercepat roda roda pemerintahan dan peningkatan kualitas layanan publik di Banyuwangi secara menyeluruh. (Herman)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini