Trenggalek, Metro Jatim;
Deretan acara tradisi puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke‑832 memuncak malam ini: Pemkab menghadirkan pagelaran wayang kulit istimewa bertema menyatu dengan semangat tahun ini, yaitu “Hambeging Bumi”, dibawakan dalang ternama Ki Purbo Asmoro dengan lakon Wahyu Makuthoromo.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin akrab disapa Mas Ipin menjelaskan pemilihan cerita ini bukan kebetulan: “Wahyu Makuthoromo sangat selaras dengan makna Hambeging Bumi, yaitu laku seorang kesatria yang merendah, berpijak kuat di tanah dan hati rakyat. Siapapun memegang amanah besar, hendaklah hidup membumi, tidak melayang‑layang jauh dari kenyataan dan kebutuhan warga.”
Cerita ini pun diharapkan menjadi cermin sekaligus tuntunan bersama pitutur luhur bukan saja bagi pemimpin, melainkan seluruh lapisan masyarakat: bahwa keagungan dan keberkahan sejati lahir dari sikap tulus, rendah hati, serta bertindak adil dan nyata.
Momen ini pun membawa kenangan tersendiri bagi Bupati sendiri. “Sudah lama sekali saya tidak berjumpa Ki Purbo Asmoro. Terakhir beliau mendoakan dan mendalang saat syukuran kemenangan pertama saya saat menyembelih kerbau di rumah Mbah. Kini beliau hadir kembali untuk warga Trenggalek, semoga membawa manfaat dan berkah semuanya,” ucapnya dengan gembira.
Sebelum pertunjukan semalam ini, rangkaian perayaan penuh makna sudah berjalan berhari‑hari: mulai dari upacara metri bumi, ziarah napak tilas ke makam pendiri dan tokoh leluhur daerah, hingga tradisi suci jamasan pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Enam benda keramat daerah dibersihkan dan dihormati,
dua di antaranya pemberian langsung Kraton Yogyakarta:
✅ Songsong Ayom Sih
✅ Tumbak Kyai Wignyo Murti
✅ Songsong Tunggul Nogo
✅ Songsong Tunggul Projo
✅ Tumbak Kyai Karawelang
✅ Lambang Jwalita Praja Karana
Dari tradisi leluhur hingga pesan wayang, seluruh kegiatan berpusat pada satu niat: menjaga warisan, merawat akar budaya, dan mengingatkan kembali bahwa kemajuan Trenggalek senantiasa harus berpijak kuat di bumi dan melayani sepenuh hati rakyatnya.(wwn)
