Trenggalek, Metro Jatim;
Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Sosial yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek kini resmi menggunakan nama Sekolah Rakyat 1 Trenggalek. Nama ini menggantikan sebutan yang sebelumnya dikenal luas sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek.
Perubahan penamaan ini merupakan penyesuaian aturan administrasi, seiring dengan beralihnya status dari sekolah rintisan menjadi lembaga pendidikan yang mapan di tingkat kabupaten. Hal ini disampaikan langsung oleh Penanggung Jawab Sekolah Rakyat 1 Trenggalek, Laode Taufik Nuryadin, dalam acara Open House yang digelar pada Jumat (31/7).
"Dulu sebutan SRT 50 itu adalah kode nomenklatur saat kami masih dalam tahap rintisan dari Kemensos. Kini penamaannya disesuaikan mengikuti wilayah administrasi, yaitu Sekolah Rakyat 1 Trenggalek untuk tingkat kabupaten, sedangkan untuk tingkat provinsi menggunakan urutan penomoran yang berbeda," jelas Laode.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Timur saat ini menjadi wilayah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di seluruh Indonesia, yakni sebanyak 12 unit. Secara nasional, jumlah sekolah yang berada dalam program ini terus bertambah dari 166 unit pada tahun lalu, kini menjadi sekitar 173 unit. Bahkan di wilayah Jabodetabek juga sedang dikembangkan sebanyak 10 Sekolah Rakyat sesuai arahan langsung Presiden Republik Indonesia.
Perayaan Open House sekaligus menjadi momen perpindahan kegiatan belajar mengajar ke gedung milik sendiri. Sebelumnya, sebanyak 75 siswa terpaksa menempati gedung pinjaman Balai Latihan Kerja (BLK). Kini kapasitas sekolah bertambah pesat dan sudah bersiap melayani sekitar 240 siswa.
"Alhamdulillah hari ini kami perkenalkan lingkungan sekolah kepada seluruh orang tua wali murid. Tujuannya agar mereka memahami fasilitas yang ada dan semakin mendukung semangat belajar putra-putrinya di sini," ujar Laode.
Meskipun sebagian pekerjaan penyelesaian pembangunan masih berjalan seperti instalasi listrik untuk ruang kelas SD dan SMA serta penyempurnaan aksesoris bangunan ia memastikan kegiatan belajar mengajar tidak akan terganggu. Fasilitas utama seperti asrama dan ruang kelas jenjang SMP sudah sepenuhnya layak dan siap digunakan. (Wwn)
