Hingga Kini Nihil, Dinkes Trenggalek: Belum Ada Konfirmasi Kasus “Super Flu” di Daerah - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 30 September 2026

Hingga Kini Nihil, Dinkes Trenggalek: Belum Ada Konfirmasi Kasus “Super Flu” di Daerah



Trenggalek, Metro Jatim; 

Kabar soal merebaknya Influenza A atau yang kerap disebut “super flu” memang menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Namun warga Kabupaten Trenggalek dapat bernapas lega: hingga saat ini, belum ada satu pun laporan resmi maupun konfirmasi laboratorium mengenai adanya kasus tersebut di wilayah ini.

 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Andiek Muarifin, menegaskan hal tersebut saat menyampaikan pemutaran fakta kepada awak media. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak buru-buru memberi label pada penyakit yang diderita tanpa pemeriksaan medis yang lengkap.

 

“Yang disebut ‘super flu’ ini memerlukan pemeriksaan khusus, termasuk uji PCR, untuk memastikan jenis virusnya. Sampai saat ini, kami belum menerima laporan kasus yang memenuhi kriteria tersebut,” ujar Andik


Meski belum ada kasus Influenza A yang dikhawatirkan, Dinkes mencatat penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan flu biasa tetap ditemui di tengah masyarakat. Gejalanya pun memang serupa  bedanya, pada varian yang sedang ramai dibicarakan, demam cenderung lebih tinggi, bisa mencapai 38 hingga 40 derajat Celcius.

 

“Secara gejala mirip, namun suhu tubuh yang naik tajam menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Meski begitu, kepastian jenis virus tetap harus melalui pemeriksaan khusus,” jelasnya.

 

Musim Kemarau Membawa Risiko Tambahan

Andiek juga mengaitkan kondisi cuaca yang sedang melanda. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat tubuh lebih rentan jika kurang asupan cairan. Dehidrasi menurunkan daya tahan tubuh, sehingga virus lebih mudah masuk dan berkembang biak.

 

“Kalau kurang minum, daya tahan tubuh turun. Itulah celah yang dimanfaatkan virus. Ditambah lagi sifatnya yang menular, berkumpul di tempat ramai tanpa perlindungan bisa mempercepat penyebarannya,” paparnya.


Influenza tidak mengenal usia anak-anak maupun orang dewasa sama-sama berisiko. Namun Andiek mengingatkan kelompok yang harus ekstra waspada: mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Pada penderita komorbid, flu yang sepele bisa berkembang menjadi jauh lebih serius.

 

“Belum ada laporan kematian terkait ‘super flu’ di sini, dan itu kabar baik. Tetap saja, bagi yang punya penyakit bawaan, penanganan dini sangat penting agar tidak memburuk,” tegasnya.

 

tetap waspada, perbanyak minum air putih, jaga kebersihan diri, dan jika sakit segera periksa ke fasilitas kesehatan  biarkan tenaga medis yang menentukan apa penyakitnya, bukan menduga sendiri dari kabar yang beredar. (wwn) 

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini