Trenggalek, Metro Jatim;
Semangat kepedulian terhadap moralitas dan ketertiban masyarakat ditunjukkan jajaran Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Trenggalek pada Minggu, 11 Oktober 2026. Melalui aksi damai, mereka secara tegas menuntut penutupan dan pengangkutan sepenuhnya penjualan minuman keras yang diduga dijual secara terbuka dan tanpa izin di wilayah Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek, H. Muhammad Izzuddin Zakki yang akrab disapa Gus Zaki menyampaikan, keberadaan toko yang menjual minuman keras secara terang-terangan tersebut sangat memprihatinkan dan seolah-olah menantang norma yang berlaku di masyarakat.
"Ini dijual secara terbuka, bahkan ternyata tanpa izin. Sungguh hal yang sangat mengkhawatirkan," tegas Gus Zaki dalam orasinya.
Aksi ini diawali dengan penyampaian aspirasi di depan Gedung NU , kemudian rombongan langsung meninjau lokasi yang dimaksud. Di lokasi, terlihat petugas Satpol PP telah memasang garis pembatas di tempat usaha tersebut, sementara pihak kepolisian juga turut mengamankan situasi agar tetap kondusif.
Meskipun pihak pengelola sudah menutup sementara tempat penjualan itu, Gus Zaki menegaskan perjuangan tidak berhenti di situ. "Kita tidak hanya ingin ditutup, tetapi benar-benar diangkat dan hengkang dari Trenggalek. Khusus di tempat ini, kami tuntut dalam waktu 2 x 24 jam seluruh stok diangkut keluar daerah," ujarnya.
Kekhawatiran itu beralasan, sebab jika barang tersebut masih tersimpan di lokasi yang sama, dikhawatirkan penjualan akan kembali terjadi di jam-jam rawan atau secara diam-diam di malam hari, di luar pengawasan aparat.
Gus Zaki juga memberikan apresiasi terhadap respons Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dinilai sigap. "Alhamdulillah, dua hari setelah informasi beredar, pihak pemerintah sudah turun langsung meninjau perizinan dan kondisi di lapangan. Kami memahami aparatur negara terikat prosedur dan aturan, maka kehadiran kami di sini adalah untuk membantu mempercepat proses tersebut agar benar-benar terlaksana," ungkapnya.
Pihaknya berharap, sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah terus terjalin erat, sehingga Trenggalek benar-benar bersih dari peredaran barang terlarang yang dapat merugikan generasi mendatang. (wwn)

