Kemensos Salurkan Rp539 Juta Bantuan ATENSI ke 194 Warga Trenggalek - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 28 Oktober 2026

Kemensos Salurkan Rp539 Juta Bantuan ATENSI ke 194 Warga Trenggalek



Trenggalek, Metro Jatim; 

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp539,2 juta bagi 194 penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek sepanjang Oktober 2026. Bantuan ini menyasar lanjut usia, penyandang disabilitas, kelompok rentan, hingga eks korban penyalahgunaan NAPZA.

 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin, menyebut penyaluran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan sosial di tengah masyarakat. Penerima dipilih berdasarkan hasil asesmen mendalam dengan prioritas bagi warga yang masuk kategori desil 1 dan 2.

 

“Bantuan ini bukan diberikan begitu saja, melainkan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Total Rp539,2 juta telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima bulan ini,” ungkap Habib, Selasa (27/10/2026).

 

Bantuan terbagi dalam dua kategori utama: pemenuhan kebutuhan hidup layak dan dukungan kewirausahaan. Untuk kebutuhan dasar, warga menerima perlengkapan tidur, bahan pangan bergizi, serta perlengkapan kebersihan diri. Sementara bagi yang telah memiliki usaha, disiapkan bantuan berupa kambing, perlengkapan toko kelontong, angkringan, peralatan bengkel, hingga permodalan langsung.

 

Secara rinci, klaster lanjut usia menerima bantuan kebutuhan hidup layak untuk 54 orang senilai Rp163 juta, di mana satu di antaranya juga mendapat bantuan usaha berupa kambing. Sebanyak 62 orang dari kelompok rentan menerima bantuan senilai Rp124 juta. Sementara itu, 19 eks korban penyalahgunaan NAPZA masing-masing mendapat modal usaha Rp4 juta, dengan total Rp76 juta.

 

Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Ambarina Murdiyati, menegaskan penyaluran berjalan melalui proses ketat. Proposal dari Dinas Sosial diverifikasi dan divalidasi, khusus untuk eks korban NAPZA juga berkoordinasi dengan BNNK guna memastikan kelayakan penerima.

 

“Bantuan usaha kita berikan kepada yang sudah memiliki rintisan usaha, agar dapat dikembangkan lebih lanjut. Kita juga akan melakukan pemantauan berkala agar bantuan benar-benar dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” jelas Ambarina.

 

Sepanjang tahun 2026, total bantuan yang telah diterima Kabupaten Trenggalek mencapai lebih dari Rp1,27 miliar, menyentuh kehidupan 459 warga. Habib menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kemensos, mengingat dukungan ini sangat berarti di tengah keterbatasan anggaran daerah.

 

Selain kebutuhan dasar dan permodalan, tim juga melakukan asesmen kebutuhan alat bantu disabilitas. Salah satunya adalah kebutuhan sepatu alat bantu penegak kaki bagi seorang penyandang disabilitas yang juga merupakan keluarga siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek.(wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini