Madiun, Metro Jatim;
Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah Strategis dalam membenahi sistem kebersihan daerah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Madiun menggelar Rapat Kordinasi dan Evaluasi Tata Kelola Persampahan Terintegrasi dan Berkelanjutan di Rumah Makan Taliroso, Caruban. Selasa (13/10/2026) pukul 10 pagi. Langkah ini menjadi momentum penting untuk menghadapi penilaian Adipura Tahun 2026.
Rapat Kordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan dihadiri pula oleh jajaran lengkap, mulai dari OPD, Direktur RSUD Caruban, RSUD Dolopo, Camat, kepala desa/lurah, pimpinan pondok pesantren, akademisi, pengelola TPS 3R, bank sampah, hingga komunitas lingkungan.
Menurut Laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi menegaskan bahwa, pola lama pengelolaan sampah seperti Kumpul, Angkut, Buang dan Bakar sudah tidak relevan dan justru memicu masalah lingkungan baru. Oleh Karena itu, terjadi peralihan sistem menuju ekonomi Sirkuler dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya. Berdasarkan data, Kabupaten Madiun sebelumnya telah meraih predikat "Kabupaten Menuju Bersih" dengan peringkat ke-14 nasional pada tahun 2025 dengan Skor 66,89. Berbekal pencapaian tersebut, Kabupaten Madiun memasang target tinggi agar pada tahun 2026 ini Kabupaten Madiun mampu menyabet penghargaan bergengsi Adipura.
Pengelolaan sampah di Kabupaten Madiun kini tidak lagi dibebankan ke pada satu atau dua pihak saja, melainkan menggunakan Konsep Pentahelix yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Seluruh produsen sampah, baik dari sektor industri, sekolah, pondok pesantren, fasilitas kesehatan, hingga rumah tangga diwajibkan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumber. Selain itu, pencampuran limbah (B3) Bahan Berbahaya dan Beracun maupun limbah medis dilarang keras.
"Melalui sinergi ini, Pemkab Madiun optimis target Adipura 2026 dapat tercapai sekaligus mewujudkan Madiun sebagai kabupaten yang Bersih, sehat, sejahtera dan berkelanjutan." tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Muhamad Zahrowi menutup laporan yang dibacakannya.
Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang akrab dipanggil Mas Hariwur dalam pengarahannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun tengah menggenjot komitmen lintas sektor guna mewujudkan budaya Bersih Lingkungan secara Berkelanjutan. Upaya masif ini difokuskan hntuk mencapai target penghargaan Adipura, dimana penilaian kali ini dinilai berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara menyuluruh dan mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga menuntut kesiapan dan kolaborasi menyeluruh dari semua pihak.
Berdasarkan Laporan dari Dinas Lingkhngan Hidup (DLH), penanganan sampah di Kabupaten Madiun saat ini baru mencakup sekitar 62 persen. Artinya, masih Ada 38 persen sampah yang belum terkelola dengan baik dan masih memerlukan penanganan serius. Persoalan ini kerap muncul dikawasan perumahan, dimana penanganan sampah belum optimal sehingga kerap dijumpai tumpukan sampah dipinggir jalan. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas kebersihan saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah ber komitmen untuk memfasilitasi penanganan sampah, termasuk melalui program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R hingga program TPST yang didukung anggaran signifikan dari pemerintah pusat. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir dan membangun kedisiplinan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 21 miliar yang dialokasikan khusus untuk penanganan sampah. Selain itu, komitmen pemerintah juga diwujudkan melalui pemberian fasilitas WiFi gratis di seluruh balai Desa dan kelurahan di Kabupaten Madiun pada tahun depan, guna memastikan koordinasi dan pelaporan berjalan lancar tanpa hambatan.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Madiun juga tengah menyoroti rencana investasi pabrik tekstil senilai Rp 6 triliun yang akan berdiri di Kabupaten Madiun.
"Pabrik tersebut nantinya akan menggunakan bahan baku dari sampah plastik. Oleh Karena itu, DLH diminta untuk segera menyiapkan fasilitas penampungan khusus sampah plastik disetiap desa guna mendukung suplai bahan baku industri tersebut,” tutur Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Diujung pengarahannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengingatkan kembali bahwa, "Kebersihan pangkal sehat, Adipura bukan hanya soal kebersihan fisik semata, tetapi tentang sistem pengelolaan sampah yang berjalan secara konsisten dari hulu hingga hilir melalui kerjasama dan kedisiplinan kita bersama,” pungkasnya. (Ismantono)





