Madiun, Metro Jatim;
Pemerintah Kabupaten Madiun terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menanggulangi ancaman bahaya kebakaran diwilayahnya. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui agenda kolaborasi bertajuk "Sinergitas Pelatihan Damkar dengan Batalyon Infanteri TP 532/Pangeran Timur" Serta "Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tahun 2026" dilapangan Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan latihan yang berlangsung dilapangan Desa Sidomulyo tersebut menghadirkan kolaborasi yang solid antara personil Pemadam Kebakaran (Damkar), unsur TNI dari Yonif TP 532/Pangeran Timur, serta masyarakat setempat yang bergabung dalam Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan teknis pencegahan dan penanganan dini bencana kebakaran. Keterlibatan prajurit TNI tidak hanya memperkuat kapasitas personil lapangan, tetapi juga memantapkan koordinasi dan respon cepat saat situasi darurat terjadi.
Pembentukan Redkar menjadi Pilar penting berbasis komunitas, sehingga warga tidak hanya menjadi obyek penyelamatan, melainkan subyek yang aktif menjadi lingkungan sekitar dari resiko kebakaran.
Hadirnya Redkar ditingkat lokal memperpendek jarak dan waktu tanggap awal sebelum armada utama Damkar tiba dilokasi. Pelatihan bersama prajurit Yonif TP 532/Pangeran Timur melatih ketangkasan, disiplin dan kesiapan mental dalam menghadapi medan darurat. Selain itu, kekompakan antara jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun, TNI dan warga masyarakat demi keamanan serta Kenyamanan bersama.
Sementara itu, sambutan Bupati Madiun saat meninjau gelar kegiatan latihan kolaborasi diagenda Bahana Madiun Bersahaja menyampaikan bahwa, "Pemerintah Kabupaten Madiun, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi. Dengan kerjasama yang baik, upaya pencegahan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam aspek mitigasi dan penangulangan bencana,” tutur Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Masih kata Bupati Madiun, "Melalui kolaborasi yang kuat antara instansi, diharapkan koordinasi dan komunikasi dapat terjalin dengan baik sehingga penanganan potensi bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi keamanan bersama." pungkas Hari Wuryanto. (Ismantono)




