Peningkatan Pasien Gangguan Pernapasan Penuhi Ruang Rawat RSUD dr. Soedomo. - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 16 Oktober 2026

Peningkatan Pasien Gangguan Pernapasan Penuhi Ruang Rawat RSUD dr. Soedomo.



Trenggalek, Metro Jatim; 

Beban layanan kesehatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek ikut meningkat seiring bertambahnya warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan. Ruang Anggrek yang seharusnya hanya menampung 18 tempat tidur, kini harus memuat hingga 22 pasien. Bahkan sebagian harus ditempatkan sementara di ruang lain karena kapasitas sudah penuh.

 

Kepada awak media, Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Sari Apriliana, menjelaskan lonjakan ini berjalan beriringan dengan naiknya kasus influenza di masyarakat.

 

"Memang saat ini kasus influenza agak meningkat. Khususnya pasien paru, jumlah kunjungannya juga ikut naik," ujar dr. Sari.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa influenza bukan sekadar penyakit ringan. Bagi penderita asma atau penyakit paru lainnya, infeksi ini bisa memicu kekambuhan yang mendadak dan membutuhkan penanganan segera.

 

"Sebagian besar pasien paru kami memiliki riwayat asma. Ketika tertular influenza, keluhan sesaknya langsung kambuh dan memburuk," jelasnya.

 

Keterbatasan fasilitas juga menjadi kendala. Ruang yang semestinya digunakan untuk pelayanan khusus tuberkulosis resistan obat pun ikut dimanfaatkan untuk menampung pasien. Namun hingga saat ini, pihak rumah sakit belum bisa memberikan angka pasti berapa persisnya kasus influenza yang terjadi.

 

Pasalnya, pemeriksaan spesifik untuk mendeteksi virus influenza berupa tes antigen dan PCR belum dapat dilakukan di rumah sakit tersebut akibat keterbatasan reagen dan sarana.

 

"Jadi kami belum bisa memastikan secara pasti apakah ini influenza A atau jenis lainnya. Istilah 'super flu' yang banyak dibicarakan masyarakat pun belum tentu merujuk pada jenis virus yang sama. Hanya pemeriksaan khusus yang dapat memastikannya," tegas dr. Sari.

 

Gejala influenza perlu diwaspadai, terutama demam tinggi hingga 39 derajat Celcius yang disertai menggigil, nyeri otot yang berat, batuk, dan pilek. Kelompok yang paling rentan mengalami perburukan kondisi adalah lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit jantung, dan PPOK.

 

Jika berkembang menjadi infeksi paru seperti pneumonia, risikonya bisa sangat serius — mulai dari gangguan pernapasan berat, gagal napas, hingga risiko kematian. Masa rawat pun bisa memakan waktu satu minggu atau lebih tergantung tingkat keparahannya.

 

Meski belum ada data pasti, dr. Sari mengimbau masyarakat tidak menunggu sakit untuk menjaga kesehatan. Memperkuat daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, olahraga teratur, mencuci tangan, dan memakai masker saat beraktivitas di tempat ramai tetap menjadi benteng terbaik.

 

Vaksinasi influenza juga sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi, mengingat jenis virus yang beredar dapat berubah setiap tahun.

 

"Jangan remehkan gejala demam tinggi yang disertai sesak napas. Segera cari pertolongan medis, apalagi jika Anda atau keluarga memiliki penyakit penyerta," pesan dr. Sari. (Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini