Trenggalek, Metro Jatim;
Pelayanan kepolisian yang prima tak hanya soal kecepatan dan ketepatan, tetapi juga memastikan setiap warga dapat dijangkau tanpa hambatan. Itulah yang mendorong Polres Trenggalek membekali jajarannya dengan kemampuan dasar bahasa isyarat, guna menjembatani komunikasi dengan masyarakat penyandang disabilitas tuli.
Pelatihan ini dibuka secara resmi pada Rabu, 14 Oktober 2026, oleh Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, S.E., M.M., mewakili Kapolres AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. Kegiatan diikuti oleh 25 personel terpilih dari berbagai satuan fungsi hingga jajaran Polsek, khususnya mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Pelayanan publik adalah wajah kehadiran polisi. Setiap warga negara berhak mendapat pengayoman dan pelayanan yang mudah, adil, serta humanis tanpa terkecuali," ujar Kompol Herlinarto saat membuka kegiatan.
Ia menekankan bahwa hambatan komunikasi tidak boleh menjadi alasan bagi siapa pun untuk tertinggal atau terhambat dalam memperoleh hak-haknya. Penguasaan bahasa isyarat, katanya, bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan perwujudan empati dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
"Pelajari cara menyapa, memperkenalkan diri, memberi petunjuk arah, hingga menjawab pertanyaan sederhana. Jadikan bahasa isyarat sebagai jembatan, bukan sekadar hafalan," pesannya kepada peserta pelatihan.
Selama tiga hari, dari 14 hingga 16 Oktober 2026, para peserta dibimbing langsung oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Taryaningsih, S.Pd., M.Pd., yang memiliki pengalaman panjang dalam pendampingan penyandang disabilitas.
Kabag SDM Polres Trenggalek sekaligus koordinator kegiatan, Kompol Sudaroini, S.H., menjelaskan tujuan pelatihan ini sederhana namun bermakna besar: agar saat warga difabel datang ke kantor polisi, mereka disambut, dipahami, dan dilayani dengan baik.
"Semoga setelah ini, tidak ada lagi warga yang merasa asing atau kesulitan saat membutuhkan bantuan kepolisian. Pelayanan yang inklusif adalah wujud nyata: Polisi Bersama Masyarakat, untuk semua," pungkasnya. (Wwn)
