Ada Ceritera Pusaka Kabupaten Ngawi Dari Alas Srigati - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 11 Juli 2018

Ada Ceritera Pusaka Kabupaten Ngawi Dari Alas Srigati


Ngawi, Metro Jatim;
Menoreh kembali setiap tanggal 7 Juli yang merupakan momen yang amat penting bagi bagi masyarakat Kabupaten Ngawi, dimana tanggal tersebut merupakan dikenang sebagai titik temu awal berdirinya Kabupaten Ngawi sesuai masanya. Seperti hasil penelusuran Soehardjo Hatmosoeprobo tentang Piagam Sultan Hamengku Buwono tanggal 2 Jumadil Awal 1756 Aj. Selanjutkan menetapkan bahwa pada tanggal 10 Nopember 1828 M, Ngawi ditetapkan sebagai daerah Narawita (pelungguh) Bupati Wedono Monco Negoro Wetan. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah Ngawi pada zaman kekuasaan Sultan Hamengku Buwono era Mataram. 


Menerima hasil penelitian MM. Soekarto K. Atmodjo tentang Prasasti Canggu tahun 1280 saka pada masa pemerintahan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk. Selanjutnya menetapkan bahwa pada tanggal 7 Juli 1358 M, Ngawi ditetapkan sebagai Naditirapradesa (daerah penambangan) dan daerah swatantra. Peristiwa tersebut merupakan hari jadi Ngawi sepanjang tahun hingga sekarang ini yang terus dikenang. Melihat bagian dari peringatan HUT Kabupaten Ngawi pasti ada satu kegiatan yang cukup disakralkan. Yakni, jamasan pusaka sebagai piandelnya Kabupaten Ngawi yang sangat dikeramatkan. Acara ritual budaya jamasan pusaka ini meliputi dua buah tombak antara lain Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono. 


Pihak penjamas atau juru cuci pusaka itu pun bukan sembarang orang. Dan sudah biasa dilakukan oleh Ki Suharno Ilham sesepuhnya warga masyarakat Kabupaten Ngawi.Sekarang melihat keramatnya empat pusaka milik Kabupaten Ngawi itu sendiri tidak bisa dilepaskan langsung dengan Alas Srigati bagian dari Alas Ketonggo masuk Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi. Kini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono membenarkan jika empat pusaka terdiri dua tombak baik Kyai Singkir, Kyai Songgolangit maupun payung Tunggul Wulung dan Tunggul Warono sangat erat kaitanya dengan Alas Srigati. 


Menurutnya sapaan secara pasti ia memang tidaka ada catatan resmi tentang asal muasal keempat pusaka tersebut. Akan tetapi, Budi Sulistyono  yang akrab dipanggil mbah Kung atau Kanang, mengiyakan kalau  toh pusaka –pusaka yang dikeramatkan tersebut tidak lepas dari peran serta dari Darmo HP. Bupati Ngawi era kepemimpinan tahun 1988 -1993dengan Prof Somo darmodjo (alm) selaku kades Desa Babatan di masa Orde Baru. “Kalau pastinya saya sendiri kurang begitu paham. Akan tetapi ada benarnya kalau toh pusaka-pusaka itu dari Alas Srigati sana,” terang Kanang via selular, Jum’at, (06/07). 


Kemudian penelusuran berlanjut, secara gamblang seperti yang diterangkan Joko Setiyono selaku Kades Babadan sekarang ini. Tuturnya, Bupati Ngawi dimasa Sudarno HP bersama Ki Suharno Ilham saat itu meminta kepada Prof Somodarmodjo selaku Kades Babadan untuk dicarikan suatu pusaka piandelnya Kabupaten Ngawi. Secara singkat, melalui meditasi dan ritual panjang di Alas Srigati Prof Somodarmodjo memperoleh ke empat pusaka sesuai yang dipesan. 


“Dulu seperti ceritanya memang pusaka yang notabene milik para Adipati Ngawi dimasanya sudah raib entah ke mana istilahnya muksa bersama waktu meninggalnya sang Adipati. Kemudian Bupati Ngawi masa Pak Sudarno meminta ke Mbah Somo (Prof Somodarmodjo-red) untuk dicarikan pusaka yang muksa itu. Kemudian berhasil ditemukan lagi,” beber Joko Setiyono. Kupasnya lagi, hingga sekarang ini setiap agenda tabur bunga terhadap makam para Adipati maupun Bupati Ngawi sebelumnya jelang HUT Kabupaten Ngawi maka makam Prof Somodarmodjo di TPU Sasono Mulyo Desa Babadan selalu dilakukan acara serupa oleh Bupati Ngawi bersama unsur lainya. Sementara gelar profesor yang disandang Somodarmodjo diberikan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta di masa rektor Ibnu Sutowo. Tentunya gelar itu diberikan sebagai apresiasi atas jasa dan peran Somodarmodjo terkait langsung dengan Kabupaten Ngawi.(jum)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini