Sumenep, Metro Jatim;
Selama liburan tahun baru (Nataru) tingkat kunjungan wisata ke sejumlah destinasi di Kabupaten Sumenep, Madura ,Jawa Timur cukup signifikan.. Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep mencatat sekitar 450 ribu wisatawan yang berlibur ke sejumlah objek wisata, sejak 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 450 ribu orang.
Dengan tambahan tersebut, total kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep sepanjang tahun 2025 hampir menyentuh angka 2 juta wisatawan, tepatnya 1,95 juta kunjungan. Angka ini melampaui target yang sebelumnya ditetapkan oleh Bupati Sumenep sebesar 1,7 juta wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, rasa syukur atas capaian tersebut.
Kami bersyukur, Selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, dari tanggal 20 Desember 2025 sampai kemarin 1 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 450 ribu orang,” kata Moh. Iksan, Jumat (2/1/2026).
"Kadisporapar menjelaskan, tambahan kunjungan pada momen Nataru tersebut membuat akumulasi kunjungan wisatawan ke Sumenep sepanjang tahun 2025 mencapai 1,95 juta orang.
“Kalau ditotal secara keseluruhan, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep hampir 2 juta, tepatnya 1,95 juta. Padahal target yang disampaikan Pak Bupati kepada kami itu 1,7 juta. Artinya ada surplus dan peningkatan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Menurut Iksan, meningkatnya angka kunjungan tersebut tidak lepas dari beragam agenda pariwisata, promosi destinasi unggulan, serta meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata budaya, religi, dan bahari yang dimiliki Sumenep.
“Ini menjadi bukti bahwa potensi pariwisata Sumenep semakin diminati. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, infrastruktur, dan event wisata agar tren positif ini terus berlanjut,” ujar lksan.
Capaian tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata, UMKM, dan sektor pendukung lainnya yang ada di kota keris ini. (Yakoeb)
