![]() |
| Foto: Kantor PDAM Kab. Kediri. |
Kediri, metrojatim.com;
Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, mengeluhkan buruknya kualitas air yang mereka terima. Selama kurang lebih dua bulan terakhir, air PDAM yang mengalir ke rumah warga diduga bercampur pasir sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan harian, terutama memasak.
Anjar (40), warga salah satu perumahan di Sambirejo, menuturkan bahwa keluarnya pasir dari aliran air PDAM telah terjadi cukup lama dan membuat keluarganya harus melakukan berbagai penyesuaian.
“Sekitar dua bulan lebih air PDAM yang kami pakai banyak pasirnya. Istri saya kalau mau masak harus mengendapkan air terlebih dahulu. Kami sampai membeli gentong baru untuk menampung air yang mau dipakai memasak,” ujarnya, Selasa (12/1/2026).
Menurut Anjar, kondisi tersebut membuat warga terpaksa mencari solusi tambahan agar dapat tetap memanfaatkan air. “Mau tidak mau kami membeli bak plastik untuk menampung air supaya pasirnya bisa mengendap. Kalau tidak begitu, sulit dipakai,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Yuni (53), warga perumahan lainnya. Ia memilih berhenti menggunakan air PDAM untuk kebutuhan dapur.
“Karena kualitas air PDAM banyak pasirnya, untuk masak nasi dan kebutuhan lain saya beli air isi ulang. Pasirnya terlihat jelas saat mandi, jadi kami khawatir jika dipakai untuk memasak,” ujarnya.
Saat awak media mencoba meminta tanggapan dari Pelaksana Tugas Direktur PDAM Kabupaten Kediri, Jazuli, melalui pesan WhatsApp. Ia memastikan aduan tersebut akan segera ditangani oleh tim teknis.
“Baik, Pak. Terima kasih. Siang/malam ini segera ditindaklanjuti teman-teman teknis untuk dilakukan flushing di jaringan pipa,” balas Jazuli.
Perlu diketahui, Flushing merupakan langkah teknis untuk membersihkan pipa dari endapan atau kotoran yang berpotensi mencemari distribusi air.
Hingga kini, PDAM belum memberikan penjelasan mengenai dugaan penyebab munculnya pasir dalam aliran air di wilayah Sambirejo serta apakah dampaknya terjadi di jaringan lain.
Pemkab Kediri Belum Berikan Tanggapan,
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, saat dimintai konfirmasi terkait keluhan warga dan kualitas layanan PDAM, belum memberikan respons. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp hingga berita ini dirilis masih belum dibalas.
Warga berharap pemerintah daerah dan PDAM bergerak cepat untuk memastikan pasokan air bersih kembali normal, mengingat dampaknya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. (KRD)
