Polemik Rusaknya Jalan yang Sering Makan Korban Laka Lantas, Pemkab Kediri Pastikan Penanganan Ruas Sumberejo Tahun Ini - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 24 Februari 2026

Polemik Rusaknya Jalan yang Sering Makan Korban Laka Lantas, Pemkab Kediri Pastikan Penanganan Ruas Sumberejo Tahun Ini

Foto : kondisi jalan di Desa Sumberejo Kec. Ngasem yang sering terjadi laka lantas


Kediri, metrojatim.com;

Kerusakan ruas jalan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, memunculkan polemik menyusul kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di lokasi tersebut. Perbedaan status kewenangan jalan antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten turut menjadi sorotan dalam upaya penanganannya.


Saat awak media mendatangi Kantor Balai Desa Sumberejo, Kepala Desa Dwi Santoso tidak berada di tempat. Salah satu staf desa menjelaskan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama. Pemerintah desa, menurutnya, telah mengirimkan surat permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sekitar tiga hingga empat tahun lalu, namun belum ada perbaikan menyeluruh.


Dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Sumberejo, Dwi Santoso, membenarkan bahwa usulan perbaikan telah diajukan. “Sudah kami kirim surat ke Pemkab dan juga diusulkan dalam Musrenbangcam. Sudah masuk prioritas,” ujarnya.

Foto: Balai Desa Sumberejo kecamatan Ngasem Kab. Kediri

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. M. Solikin, MAP, menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan (SK) lama, ruas tersebut sempat berstatus jalan desa atas permintaan pemerintah desa saat itu. Namun dalam SK terbaru, statusnya telah dikembalikan menjadi jalan kabupaten.


“Di SK lama statusnya masih jalan desa. Dalam SK baru sudah kami ambil kembali menjadi jalan Pemkab. Tahun ini akan kami tangani dan sudah masuk perencanaan. Kemungkinan setelah lebaran proses pengadaannya selesai,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa kurangnya perawatan bahu jalan turut mempercepat kerusakan badan jalan. Saat hujan, air tidak mengalir dengan baik sehingga permukaan jalan mudah rusak.



Di sisi lain, warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang dinilai membahayakan. Johanes (53), warga sekitar, menyampaikan bahwa kecelakaan lalu lintas di ruas tersebut terjadi berulang kali, bahkan menelan korban jiwa.

Foto : bahu jalan yang tidak dibersihkan dan dirawat sehingga kalau musim hujan air tidak bisa mengalir keselokan


“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, ada yang sampai meninggal dunia. Kalau malam penerangan kurang maksimal dan kondisi jalan rusak, pengendara sering berebut jalur yang lebih bagus. Harapan kami segera diperbaiki, apalagi menjelang Lebaran biasanya arus kendaraan meningkat,” ujarnya.


Secara tata kelola pemerintahan, perubahan status kewenangan jalan berimplikasi pada tanggung jawab pembiayaan dan pemeliharaan. Polemik yang muncul menunjukkan pentingnya kejelasan administrasi serta koordinasi antarlevel pemerintahan agar pelayanan infrastruktur publik tidak terhambat.


Dengan telah masuknya ruas jalan tersebut dalam perencanaan tahun berjalan, masyarakat berharap proses pengadaan dan pelaksanaan perbaikan dapat segera direalisasikan guna meminimalisasi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (RD)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini