![]() |
| Foto : Bukber mantan kades dan kades aktif angkatan 2013-2019, merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan ramadan |
Kediri, metrojatim.com;
Kegiatan buka bersama (bukber) yang diikuti sejumlah kepala desa dan mantan kepala desa di Kabupaten Kediri belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai persepsi di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, para peserta menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan tradisi silaturahmi Ramadan yang telah berlangsung sejak lama.
Bukber tersebut diikuti oleh keluarga besar kepala desa angkatan 2013–2019, baik yang sudah purna tugas maupun yang masih aktif menjabat. Kegiatan ini rutin digelar setiap bulan Ramadan sebagai sarana mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama mereka bersama-sama mengemban amanah memimpin desa pada periode yang sama.
Mantan Kepala Desa Bulusari, H. Rohmad Wisuguh, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana dengan sistem patungan atau “wol” dari para peserta.
“Ini tradisi lama yang kami jaga setiap Ramadan. Kami patungan untuk buka puasa bersama, sekadar berkumpul dan menjaga silaturahmi antar teman seangkatan,” ujar Rohmad, Minggu (8/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki agenda lain seperti yang sempat dipersepsikan oleh sebagian pihak.
“Kalau ada anggapan kegiatan ini mewah atau memiliki kepentingan tertentu, itu tidak benar. Ini murni silaturahmi Ramadan antara mantan kepala desa dan kepala desa yang masih aktif dari angkatan 2013–2019,” jelasnya.
Menurut Rohmad, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta yang hadir bahkan lebih banyak. Para kepala desa biasanya datang bersama keluarga, termasuk istri dan anak-anak, sehingga suasana pertemuan terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Pada tahun 2025 lalu, kegiatan serupa sempat digelar di salah satu rumah makan di kawasan Kebon Rojo, Kota Kediri. Sementara pada pertemuan tahun ini, jumlah kepala desa yang masih aktif hadir tidak sebanyak biasanya karena sebagian memiliki agenda lain yang bersamaan.
Selain di rumah makan, kegiatan silaturahmi tersebut juga sering dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota.
![]() |
| Foto : mantan kades dan kades aktip angkatan 2013-2019 usai melaksanakan buka bersama. Pererat tali persaudaraan dan solidaritas |
Tradisi buka bersama ini dinilai menjadi simbol kuatnya persaudaraan di antara para kepala desa di Kabupaten Kediri. Meskipun sebagian telah menyelesaikan masa jabatannya, hubungan sosial yang terbangun selama masa pengabdian tetap terjaga melalui kegiatan sederhana yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Momentum Ramadan pun dimanfaatkan para kepala desa angkatan 2013–2019 untuk terus merawat tali silaturahmi secara mandiri. Seluruh biaya kegiatan berasal dari patungan peserta, sehingga kegiatan tersebut lebih mencerminkan semangat kekeluargaan dibandingkan agenda formal.
Dengan demikian, kegiatan buka bersama tersebut pada dasarnya merupakan tradisi kebersamaan yang telah berlangsung lama di kalangan kepala desa Kediri sebagai upaya menjaga solidaritas dan persaudaraan lintas masa jabatan. (KRD)

