Walaupun Bulan Ramadhan, Bapenda Tetap Tingkatkan Etos Kerja dan Menjaga Kebersihan Lingkungannya - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 12 Maret 2026

Walaupun Bulan Ramadhan, Bapenda Tetap Tingkatkan Etos Kerja dan Menjaga Kebersihan Lingkungannya


Mojokerto, metrojatim.com;

Etos Kerja dan semangat mengabdi kepada negeri terus terjaga pada karyawan dan karyawati Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) walaupun di Bulan Ramadhan tetap semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas dengan  tetap menjaga kebersihan lingkungan kerjanya.


Sedangkan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Bapenda  Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian dalam mensukseskan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).


Dilain pihak, Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Hj. Nurul Istiqomah, SE MM, Didampingi Sekban H Pipit Susastiyo SE MM mengatakan bahwa melalui aksi nyata, seluruh pegawai Bapenda bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor. Mulai dari menyapu halaman, merapikan taman, hingga membersihkan setiap sudut area kerja.


Menurut Kaban Bapenda Nurul Istiqomah, menyebutkan bahwa langkah sederhana ini menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Karena lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan keindahan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan kesehatan bagi kita semua," ucap Kaban Bapenda Nurul Istiqomah kepada Media ini Jum'at (06/03/2026). 


"Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil untuk peningkatan efektivitas kerja dicapai dengan mengoptimalkan waktu, energi, dan sumber daya untuk hasil maksimal, " lanjut Kaban Bapenda Nurul Istiqomah. 


Sebab, kata Nurul, bukan sekadar bekerja cepat. Kuncinya meliputi penetapan prioritas (skala prioritas), manajemen waktu (teknik Pomodoro), meminimalisir distraksi, memanfaatkan teknologi, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. " Bersama kita wujudkan Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.


”Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah upaya krusial untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan membiayai pembangunan daerah tanpa bergantung penuh pada Idana pusat,” tegas Nurul Istiqomah. 


Strategi utamanya meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak/retribusi, digitalisasi sistem (e-government), pengoptimalan aset daerah, dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

”Sedangkan Strategi Peningkatan PAD, kata Nurul terus meng-optimalisasi Pajak dan Retribusi, dengan terus  Melakukan pendataan ulang objek pajak/retribusi, dalam rangka meningkatkan efektivitas penagihan, dan menerapkan sanksi tegas bagi penunggak pajak,” lanjut Nurul Istiqomah. 


Program Digitalisasi (Teknologi) ini  Menerapkan sistem pajak online, aplikasi mobile untuk pembayaran, serta integrasi data antar instansi untuk transparansi dan efisiensi, termasuk pengelolaan Aset guna  Mendorong optimalisasi aset-aset daerah (tidak bergerak) untuk kegiatan ekonomi produktif dan menyewakannya kepada investor atau masyarakat, untuk peningkatan PAD. 


Penguatan BUMD.

Memaksimalkan peran dan kontribusi BUMD dalam menyumbang dividen ke PAD.

Inovasi dan Edukasi: Melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dan memperbarui basis data objek pajak secara berkala. 


Sedangkan Tujuan akhir dari peningkatan PAD adalah kemandirian keuangan, yang memungkinkan pemerintah daerah meningkatkan pelayanan publik dan membiayai pembangunan infrastruktur secara mandiri Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus melakukan pembangunan Infrastruktur yang tentunya dengan pajak yang dibayarkan oleh masyarakat wajib pajak. (Kartono)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini