Trenggalek, metrojatim.com;
Harapan petani di Desa Ngetal, Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan produktivitas pertanian akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui proses perjuangan aspirasi yang panjang, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor bajak sawah pascapanen resmi terealisasi pada tahun 2026.
Bantuan yang berasal dari Partai Gerindra ini dinilai menjadi jawaban atas keluhan petani selama ini terkait keterbatasan alat berat dan tingginya biaya produksi di lapangan.
Ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek, Adib Patoni, menjelaskan bahwa realisasi bantuan ini merupakan hasil perjuangan aspirasi yang disalurkan melalui Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi Jawa Timur.
"Kami memperjuangkan aspirasi ini melalui Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini traktor bajak sawah tersebut sudah terealisasi dan siap memberikan manfaat bagi petani," ujar Adib, Sabtub (04 /4/2026).
Adib menegaskan bahwa pengelolaan alsintan tersebut harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh kelompok tani. Hal ini penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, tetapi mampu menjangkau seluruh petani di Desa Ngetal.
"Kami ingin petani mengelola alat ini bersama agar seluruh petani merasakan manfaatnya, terutama dalam efisiensi pengolahan lahan sawah," imbuhnya.
Figur Penjembatan Aspirasi
Di balik terealisasinya bantuan tersebut, muncul nama Suharyanto yang disebut berperan aktif sebagai penjembatan antara petani dengan pemerintah provinsi.
"Mas Suharyanto aktif menjembatani keluhan petani di desanya. Berkat komunikasi intens yang ia bangun, aspirasi ini bisa tembus ke tingkat provinsi," jelas Adib.
Bahkan, Adib membuka peluang dukungan politik bagi Suharyanto untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ngetal yang akan digelar pada 2027 mendatang.
"Jika masyarakat merestui, kami tentu mendorong Mas Suharyanto maju di Pilkades 2027 agar program pembangunan seperti ini terus berlanjut," tegasnya.
Sambutan Hangat Kelompok Tani
Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, Mungin, menyambut bantuan tersebut dengan penuh antusias. Menurutnya, kehadiran traktor akan sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kerja dan menekan biaya operasional.
"Kami mengelola lahan sekitar 40 hektare. Dengan traktor ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan menekan biaya," ujar Mungin.
Desa Ngetal diketahui memiliki total lahan pertanian sekitar 110 hektare yang terbagi dalam tiga kelompok tani, yakni Sumber Makmur, Lohjinawi, dan Margo Utomo.
Fokus Mengabdi, Bukan Politik
Menanggapi isu pencalonannya di Pilkades 2027, Suharyanto memilih untuk tidak berkomentar banyak. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah membantu masyarakat, khususnya para petani di Desa Ngetal.
"Saya melihat banyak petani mengeluh soal alat dan biaya operasional. Karena itu saya berkoordinasi agar ada solusi nyata. Soal Pilkades, bismillah, niat saya hanya ingin mengabdi," tuturnya.
Ia menambahkan, jika kelak diberi amanah oleh masyarakat, dirinya ingin membawa Desa Ngetal menjadi lebih maju melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pokok warga.
Dengan terealisasinya bantuan alsintan ini, tidak hanya memberikan solusi konkret bagi sektor pertanian, tetapi juga menghadirkan dinamika baru dalam peta politik desa menjelang Pilkades 2027. (Wwn)

