Cita-cita ASN di Trenggalek Mulai Terang, tapi Seleksi 2026 Tak Dibuka Besar-besara - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 03 April 2026

Cita-cita ASN di Trenggalek Mulai Terang, tapi Seleksi 2026 Tak Dibuka Besar-besara



Trenggalek, Metro Jatim; 

Impian masyarakat Trenggalek untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2026 mulai menemukan titik terang. Namun, kabar baik ini sekaligus dibayangi kenyataan pahit: seleksi tahun ini dipastikan tidak akan digelar secara besar-besaran.


Pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan baru bernama zero growth. Artinya, jumlah rekrutmen ASN akan disesuaikan secara ketat dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun. Langkah ini diambil demi menjaga kesehatan fiskal negara.


Zero Growth Tidak Ada Penambahan ASN


Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan kebijakan tersebut secara gamblang.


“Zero growth itu adalah kebijakan pemerintah terkait pengisian atau rekrutmen ASN. Jadi tidak ada pertambahan. Misalnya yang pensiun 100 orang, maka yang direkrut juga 100 orang,” ujarnya di Trenggalek, Jumat (3/4/2026).


Ia menegaskan bahwa jumlah rekrutmen tidak boleh melebihi angka pensiun. Bahkan, ke depan kebijakan ini berpotensi berlanjut ke fase yang lebih ketat, yakni minus growth pengurangan jumlah ASN secara bertahap.


“Tidak boleh lebih. Bahkan harapannya bisa menjadi minus growth, artinya jumlah ASN bisa berkurang sesuai kebijakan pusat,” imbuhnya.


Daerah Hanya Mengikuti Aturan Pusat


Edy menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur sendiri kebijakan kepegawaian. Semua keputusan berada di tangan pusat.


“Karena kebijakan kepegawaian itu tersentral di pusat, daerah tinggal mengikuti,” jelasnya.


Meski demikian, ada secercah harapan bagi sektor-sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah saat ini masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kemungkinan adanya pengecualian untuk sektor-sektor tersebut.


“Kami masih menunggu juknis. Mungkin ada kelonggaran untuk guru atau tenaga kesehatan,” tutup Edy.


Dengan kebijakan ini, masyarakat Trenggalek yang bercita-cita menjadi ASN diimbau untuk lebih mempersiapkan diri secara matang, karena persaingan dipastikan semakin ketat seiring dengan jumlah formasi yang sangat terbatas.(Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini