Dapur MBG Trenggalek Bisa Tutup Jika Bandel, Satgas Bukan Sekadar Makan Gratis! - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 14 April 2026

Dapur MBG Trenggalek Bisa Tutup Jika Bandel, Satgas Bukan Sekadar Makan Gratis!



Trenggalek, metrojatim.com;

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek bukan sekadar aksi sosial seremonial. Ada standar ketat yang mengikat. Jika dapur-dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kedapatan melanggar dan tak kunjung memperbaiki diri, maka operasionalnya bisa dihentukan sementara alias disuspend.


Itu peringatan tegas dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Trenggalek. Program yang mulia ini tak boleh ternodai oleh kelalaian kecil yang berdampak besar.


Kualitas Harus Naik, Bukan Stagnan


Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, menyebut bahwa semua pihak penyelenggara harus berbenah terus. Standar yang sudah dipenuhi di awal bukanlah akhir, melainkan awal dari tuntutan yang lebih tinggi.


"Prinsipnya, SPPG ini harus semakin lama semakin dituntut kualitasnya. Baik dari pemenuhan standar, sarana prasarana, SDM, maupun pengelolaan makanan," ujarnya


Tak hanya Satgas yang bergerak, masyarakat luas dan instansi terkait juga dilibatkan dalam pengawasan. Dengan begitu, setiap potensi penyimpangan bisa segera tertangkap.


"Setiap penyimpangan, baik sarana prasarana, SDM, maupun pengelolaan makanan yang tidak sesuai, akan menjadi perhatian dan diberikan peringatan," jelas dr. Sunarto.


Peringatan, Kemudian Sanksi


Namun, jangan menganggap peringatan itu angin lalu. Jika tak direspons cepat, maka Badan Gizi Nasional (BGN) tak akan ragu bertindak.


"Kalau peringatan tidak ditindaklanjuti dengan cepat, maka akan ada langkah konkret, salah satunya disuspend," tegasnya.


Artinya, dapur MBG itu akan dihentikan sementara hingga semua kesalahan diperbaiki. Sanksi ini bukan sekadar gertakan, melainkan bentuk komitmen agar program benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.


Izin, Kebersihan, dan Bahan Makanan Jangan Dianggap Sepele


Dr. Sunarto juga mengingatkan agar pengelola SPPG tak mengabaikan aspek dasar yang justru paling krusial: perizinan, standar kebersihan, hingga kualitas bahan makanan.


"Yang pertama adalah pemenuhan persyaratan, seperti izin, SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), SDM, serta pelaksanaan SOP. Selain itu, menjaga mutu makanan yang disajikan juga sangat penting," paparnya.


Peringatan paling serius disampaikannya soal bahan makanan. Menurutnya, menggunakan bahan tak layak adalah bentuk kealpaan yang bisa membahayakan penerima manfaat.


"Jangan sampai sudah tahu bahannya bermasalah tapi tetap digunakan. Itu sangat berisiko," katanya.


Investasi SDM, Bukan Sekadar Bansos


Di akhir, dr. Sunarto menegaskan bahwa program MBG adalah instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan. Karenanya, semua penyedia layanan wajib menjaga standar dengan sungguh-sungguh.


"Semangatnya adalah meningkatkan kualitas SDM ke depan. Maka harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dari masing-masing penyedia," pungkasnya.


Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh SPPG di Trenggalek. Makan gratis boleh, tapi asal-asalan jangan harap. (Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini