Hasil CKG di Trenggalek Ungkap Gejala Kecemasan dan Depresi pada Anak Usia Sekola - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 01 April 2026

Hasil CKG di Trenggalek Ungkap Gejala Kecemasan dan Depresi pada Anak Usia Sekola

 


Trenggalek, Metrojatim.com;

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskesdalduk) Kabupaten Trenggalek menemukan sejumlah anak usia sekolah menunjukkan gejala kecemasan dan depresi. Temuan ini didapat berdasarkan hasil skrining dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru-baru ini dilaksanakan.


Kepala Diskesdalduk Trenggalek, dr. Sunarto, mengungkapkan bahwa dari hasil skrining tersebut, tercatat 0,86 persen anak mengalami gejala kecemasan ringan dan 0,66 persen mengalami kecemasan berat.


“Sementara untuk depresi, kami menemukan gejala depresi ringan sebesar 0,81 persen dan depresi berat 0,35 persen,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (1/4/2026).


Menurut dr. Sunarto, kemunculan gejala-gejala ini tidak terjadi begitu saja. Ada tiga faktor utama yang saling berkaitan, yakni faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.


Ia menjelaskan, faktor biologis biasanya berkaitan dengan riwayat genetik atau keturunan dalam keluarga. Sementara faktor psikologis bisa dipicu oleh trauma masa lalu maupun pola pikir anak.


“Adapun faktor lingkungan meliputi tekanan sosial, kurangnya dukungan dari sekitar, hingga gaya hidup yang tidak sesuai,” paparnya.


Yang menarik, dr. Sunarto menyebutkan bahwa gejala kecemasan dan depresi sudah dapat terdeteksi sejak anak berusia 7 tahun. Karena itu, pihaknya sengaja memasukkan skrining kesehatan jiwa dalam program CKG untuk kelompok anak usia sekolah.


“Karena itu dalam program CKG, skrining kecemasan dan depresi sudah kami berikan sejak anak usia sekolah,” jelasnya.


Meski temuan ini cukup mengejutkan, dr. Sunarto memastikan bahwa kondisi tersebut masih bisa ditangani. Menurutnya, penanganan memerlukan keterlibatan tenaga profesional seperti psikiater, psikolog, hingga perawat jiwa, serta peran aktif dan dukungan penuh dari keluarga.


“Dengan penanganan yang tepat dan dukungan keluarga, gejala tersebut bisa disembuhkan,” tegasnya.


Sebagai langkah lanjutan, Diskesdalduk Trenggalek tidak hanya berhenti pada skrining. Pihaknya terus menggencarkan upaya promotif dan preventif. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan jiwa, deteksi dini secara rutin, hingga pelatihan bagi kader untuk mendampingi masyarakat yang memiliki masalah kesehatan mental.


Langkah ini diharapkan mampu mencegah masalah kesehatan jiwa pada anak semakin meluas, sekaligus memastikan mereka mendapatkan penanganan sedini mungkin.(Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini