Trenggalek, metrojatim.com;
Puluhan hingga ratusan kader Partai Nasdem Kabupaten Trenggalek membanjiri area depan Kantor DPD setempat pada Rabu (15/4/2026). Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk protes keras terhadap pemberitaan majalah Tempo yang dinilai menghina dan memfitnah Ketua Umum Surya Paloh serta partai berlambang matahari tersebut.
Aksi serupa dilaporkan berlangsung serentak di berbagai daerah, mulai tingkat DPD hingga DPW se-Indonesia. Di Trenggalek, para kader berkumpul sejak pagi dengan atribut lengkap, membentangkan spanduk, dan menyampaikan orasi dengan nada tegas namun tetap tertib.
Sorotan utama aksi ini tertuju pada sampul majalah Tempo edisi terbaru yang memuat tulisan "PT NASDEM INDONESIA RAYA Tbk." serta isi berita yang dinilai mengaitkan partai Nasdem dengan Gerindra secara tidak proporsional. Menurut para kader, narasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan fitnah di publik
Korlap aksi, Eko Samudro, dalam orasinya mewakili seluruh kader Trenggalek menyampaikan bahwa harga diri keluarga besar Nasdem sedang diusik. "Kami merasa geram dan terluka. Simbol perjuangan kami, sosok teladan Pak Surya Paloh, diserang melalui pemberitaan yang jauh dari etika jurnalistik sehat," ujarnya di hadapan massa dan awak media.
Dalam pidatonya, Eko merinci enam poin sikap tegas:
1. Keberatan dan tidak terima atas pemberitaan Tempo yang dinilai bukan sekadar kritik, melainkan upaya pembunuhan karakter.
2. Menilai Tempo tidak profesional karena tidak melakukan cross-check ke pihak partai dan mengabaikan prinsip cover both sides dalam kode etik jurnalistik.
3. Menuntut Tempo meminta maaf secara terbuka kepada Surya Paloh dan seluruh kader Nasdem di Tanah Air.
4. Mendesak Dewan Pers untuk segera bertindak tegas.
5. Meminta pihak terkait menjatuhkan sanksi berat hingga penonaktifan, karena pemberitaan dinilai menciderai fungsi pers sebagai penyampai informasi akurat.
6. Menuntut proses hukum yang adil, karena fitnah dan berita bohong tak boleh dibiarkan di negara hukum.
Eko juga mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan loyal di tengah situasi ini.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Trenggalek, Irfan Nur Rofik, menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan gerakan nasional. "Kami menuntut dengan keras. Pemberitaan majalah Tempo sangat merugikan dan menjatuhkan marwah seluruh kader Nasdem serta Bapak Surya Paloh.Harapan kami, Tempo segera diberi sanksi oleh Dewan Pers dan meminta maaf kepada seluruh kader se Indonesia atas pemberitaan yang tidak benar," pungkasnya
Aksi berlangsung sekitar dua jam tanpa insiden berarti, dan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap serta doa bersama. Hingga berita ini diturunkan, majalah Tempo dan Dewan Pers belum memberikan respons resmi terkait tuntutan tersebut. (wwn)

